II Para Raja 2:1-12; Jabur 50:1-6; II Korinta 4:3-6; Markus 9:2-9 MALIH RUPA DADI MENCORONG “Nem dina sawisé lelakon mau, Gusti Yésus dhawuh marang Rasul Pétrus, Rasul Yohanes lan Rasul Yakobus, sedulur kakang-adhi, supaya padha ndhèrèk Gusti Yésus, minggah ing gunung kang dhuwur. Ana ing kono ora ana wong liyané menèh. Para rasul mau padha weruh Gusti Yésus malih rupa; dadi mencorong.” (Markus 9:2) Wong Jawa lumrahe kulite iya sawo mateng, ora putih utawa kuning. Nanging saiki akeh sing kepangan iklan, tuku obat sing bisa ndadekne raine putih. Dadine malah wagu, amarga raine wis putih nanging gulu lan tangane ora, malah belang. Saiki sing dadi mode ganti kulit sing glowing. Glowing iku tegese mencorong, kaya artis-artis Korea, uga kaya gambar-gambar caleg sing maju ana pemilu tahun iki. Kulit sing kerumat pancen bakal katon resik lan mencorong. Nanging obat lan kosmetik mung bisa gawe mencorong njabane, ora isa gawe mencorong saka njero. Lan cilakane menawa mandheg nganggo kosmetik, iya bakal balik menyang asline maneh. Nalika kaluhurake ing gunung, lan ngetingal bebarengan karo Nabi Musa lan Nabi Elia, para rasul weruh Gusti Yesus katon mencorong. Iya sandhangane, iya pasuryane, nyorotke kaluhuran lan kamulyan kang pinangkane saka swarga. Iku ndadekne padha wedi banget. Saben kasorotan ing kamulyane Gusti kang suci lan mulya, manungsa ora bakal tahan ngadhepi, kejaba tumungkul sujud ing pengaken lan panelangsa, ngrumangsani lan mratobat saka dosa-dosane. Sorot kamulyan kang mencorong iki beda banget karo mencoronge para artis utawa caleg ing panggung pemilu. Nunggil karo Gusti bakal ndadekne malih rupa, ing kamulyan kang tambah-tambah. Anggone mancorong iku amarga kaanyarake saka njero, saka budi lan batin sing nunggil ing kamulyane Gusti. Maujud ing kabecikan, kawicaksanan, lan katresnan sing bisa dirasakne wong liya. Kamulyan urip sing binerkahan iku lelawanan karo kosmetik sing mung bisa gawe mencorong tata laire, lan sipate sawetara. Luwih becik ngudi urip mancorong saka njero, saka batin sing dianyarake ing patunggilan kaliyan Gusti. Amin. |*YTP
KHOTBAH JANGKEP MARET 2024
KHOTBAH JANGKEP 2024 – IPanduan Merayakan Liturgi GerejaTema tahun 2024:MEWUJUDKAN PEMBARUAN DAN PEMULIHAN KEUTUHAN CIPTAAN Klik disini untuk mengunduh Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan karena Bahan Kotbah Jangkep tahun 2024, telah terbit. Tema HIDUP BERSAMA DALAM KELUARGA ALLAH dijabarkan dalam tema tahunan yang berbeda, dan tahun 2024 bertemakan: “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” (Yesaya 65:17) Kotbah Jangkep ini dibuat dengan mengacu kepada tema besar dan subtema diatas, dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi semua jemaat dalam mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan seperti yang pernah dilakukan oleh Allah ketika dunia jatuh dalam dosa dan tindakan Allah melalui Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Tindakan mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan perlu terus ditumbuhkan agar kita semakin dimampukan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Allah. Tulisan kotbah Jangkep 2024 ini telah melibatkan para pendeta yang bersedia meluangkan waktu untuk menuangkan ide dan tulisan. Sekalipun tidak mudah menemukan penulis yang konsisten dan setia bekerjasama, namun demikian PWG tetap berupaya agar melalui Kotbah Jangkep ini potensi para pendeta dapat berkembang dan jemaat terbangun. Oleh karena itu bagi teman-teman pendeta yang telah bersedia menulis dan menyelesaikan kotbah jangkep tahun 2024 dengan penuh tanggung jawab, kami mengucapkan terima kasih. Demikian pula kami berterima kasih kepada tim editor yang telah bekerja merapikan tulisan ini. Selamat menggunakan Kotbah Jangkep 2024, semoga menjadi berkat bagi semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab: Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Immanuel Adi Saputro Penulis:Pdt. Marya Sri HartatiPdt. Heri WindartaPdt. Rian Pandu BgaswaraPdt. Nicolaus Satriyo NugrohoPdt. Ari KristiantoPdt Agus HendratmoPdt. Hesty MurwasariPdt. Samuel Juta DamarPdt. Imanuel Geovasky Editor :Pdt. Tanto KristionoPdt. Immanuel Adi Saputro Tata letak dan Sampul :Kantor Sinode GKJ Vol. 2 No. 1 Januari-Juni 2024 ISSN 2964-4232
KURIKULUM REMAJA MARET 2024
KURIKULUM REMAJAAku Tumbuh Bersama Yesus Tema Tahun 2024Mewujudkan Pembaharuan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Pada usia remaja, seseorang mulai memasuki dunia baru, dunia yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Pada masa kanak-kanak, kehidupan dan pergaulan masih sebatas lingkungan keluarga dan orang-orang di sekitar rumah. Tetapi pada masa remaja, seseorang mengenal orang-orang baru dalam lingkup yang lebih luas. Banyak hal baru dijumpai dan dialami remaja. Namun bersamaan dengan itu, remaja juga diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang sebelumnya tidak pernah dijumpai. Remaja mulai belajar menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialaminya. Karena itu, selain indah, masa remaja juga menjadi masa yang rentan. Masa remaja menjadi masa transisi sekaligus batu uji bagi seseorang. Bila Seseorang berhasil melalui masa remaja dengan baik, maka ia akan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan siap menjalani fase baru hidupnya. Sebaliknya, bila seseorang “gagal” maka ia cenderung menjadi pribadi yang tidak siap menyambut hari depannya. Menilik pentingnya masa remaja, mendorong gereja-gereja khususnya di lingkup Sinode GKJ untuk memberi perhatian khusus kepada para remaja. Mereka bukan lagi kanak-kanak tapi mereka juga bukan orang dewasa. Mereka membutuhkan perhatian dan bimbingan khusus. Buku Kurikulum Remaja 2024 ini dimaksudkan untuk menolong gereja-gereja dalam mendampingi dan memelihara iman pada remajanya. Sebagai sebuah upaya, tentulah masih jauh dari sempurna. Terlebih lagi, konteks gereja-gereja di lingkup Sinode GKJ sangat beragam. Karena itu, kiranya gereja-gereja dapat mengolah kembali bahan-bahan dalam buku Kurikulum Remaja ini agar menjadi materi yang sesuai dan efektif bagi pembinaan remaja. Kiranya Tuhan Yesus, Raja Gereja memberkati upaya dan pelayanan kita bersama. Salatiga, Agustus 2023 BAPELSIN XXVIII GKJ Bidang Pembinaan Warga Gereja Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab :Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Pdt. Adhika Tri SubowoPdt. Sih Ell MirmaningrumPdt. Natasha VananiPdt. Elizabet Emilia PutriPdt. Widhewani SuwandiPdt. Iman SetiadiPdt. Dani AriyantoPdt. Geget Elite Sucining HPdt. Julia Indah PramudiyantiPdt. Rivaldi Angga KurniawanPdt. Kristrian Yudi NugrohoPdt. Eni Wahyuningsih Editor :Pdt Erni Ratna YunitaPdt Elia Dwi Prasetyo Tata letak & sampul:Kantor Sinode GKJVolume 2 Tahun 2024 ISSN 2964-4976
Bahan Kurikulum Anak Maret 2024
KURIKULUM ANAK 2024 – IAKU IKUT YESUS “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Puji dan syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Allah, Sang Raja Gereja, hanya karena kekuatan dan hikmat dari Tuhan Allah saja, maka Buku Kurikulum Anak Tahun 2024 Semester pertama ini dapat hadir. Tuhan Allah yang telah menuntun para penulis, illustrator dan editor serta Bidang PWG, juga para pekerja di PDILM Sinode GKJ, dalam pekerjaan di bagiannya masing-masing. Kami juga bersyukur karena Buku Kurikulum Anak Sinode GKJ dapat dipakai oleh Tuhan untuk menghadirkan berkat bagi banyak gereja, dalam kegiatan Sekolah Minggu di gereja masing-masing. Kita juga patut bersyukur karena masa pendemi sudah berlalu. Dengan demikian gereja-gereja sudah dapat kembali mengadakan Sekolah Minggu secara tatap muka, tanpa pembatasan usia atau pun pembatasan-pembatasan lainnya. Tentu akan lebih menyenangkan bagi Anak-anak Sekolah Minggu jika dapat kembali mengikuti Sekolah Minggu di gereja. Demikian juga untuk Guru Sekolah Minggu akan lebih mudah untuk menyiapkan dan menerapkan bahan Kurikulum Anak ini. Untuk Bahan Kurikulum Anak Tahun 2024 ini, bacaan Alkitab yang disajikan dalam Ayat Indah, sudah menggunakan Alkitab Terbitan Baru Edisi kedua. Jika gereja-gereja belum menggunakannya, maka bagian Ayat Indah dapat disesuaikan dengan kondisi gereja masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini dapat diunggah juga di website Sinode GKJ. Sekalipun mengunggah bahan ini di website Sinode GKJ dapat dilakukan secara gratis, namun demikian, kami berharap gereja-gereja menggunakan bahan ini dengan cara membeli Buku Kurikulum Anak. Kami tetap menghadirkan dalam bentuk Buku, untuk membantu gereja-gereja yang membutuhkan dalam bentuk buku. Juga untuk gereja-gereja yang justru mengalami kesulitan untuk mengunggah dari website Sinode GKJ. Bahan Kurikulum Anak ini bukan merupakan materi siap saji. Persiapan dan kreativitas Guru Sekolah Minggu tetap diperlukan dalam mengolah dan menyajikan materi Kurikulum Anak ini dalam merealisasikan di Sekolah Minggu masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini berusaha untuk dapat membantu Guru Sekolah Minggu memberikan inspirasi dalam menyampaikan Firman Tuhan kepada anak-anak dan mengajak anak-anak melakukan berbagai aktivitas. Kami sangat memahami adanya keragaman situasi dan kondisi masing-masing gereja. Untuk itu kami menyadari belum dapat sepenuhnya menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini tepat guna dan tepat sasaran dalam menjawab tantangan dan kebutuhan para Guru Sekolah Minggu, sesuai dengan konteks gereja setempat. Kami tetap membuka diri menerima kritik dan saran untuk perbaikan ke depan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para penulis, illustrator dan editor serta PDILM Sinode yang telah berupaya untuk menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada gereja-gereja yang sudah membeli dan menggunakan Buku Bahan Kurikulum Anak ini. Selamat melayani. Tuhan memberkati kita semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Pdt. Neny Suprihartati Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab : Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Ibu Tri PrasetyaningsihPdt. Lusya SefrisaR. Santoso Sri BuwonoIbu Helmi YustinPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Ivan Gilang Kristian Editor:Pdt. Neny SuprihartatiPdt. Wisnu Tri Handayani Ilustrator:Supriatmo Tata letak:Kantor Sinode GKJVol. 2 No.1 Januari-Juni 2024ISSN 2964-1020
Setu, 10 Pebruari 2024 Minggu V Saksampunipun Epifani
I Raja-raja 16:1-7; Mazmur 50:1-6; Lukas 19:41-44 GUSTI MUWUN “Bareng tindake wis saya cedhak lan mirsa kutha iku banjur dimuwuni” (Lukas 19: 41) Gusti Yesus muwun ningali kabodhoaning manungsa? Para sekabat sami nyubya-nyubya rawuhipun Gusti Yesus lemebet ing kitha Yerusalem. Mekaten pangucapipun “Binerkahana Sang Prabu ingkang rawuh atas asmaning Pangeran, tentrem rahayu wonten ing swarga, saha kamulyan wonten ing luhuring ngaluhur!”. Para sekabat nggadhahi pamikiran lan pangajeng-ngajeng Gusti Yesus jumeneng dados ratu ing Israel. Para sekabat lan tiyang kathah sami mboten nyumerepi bilih rawuhipun Gusti Yesus wonten ing kitha Yerusalem punika badhe dipun cepeng, dipun adili lan kaparingan paukuman pejah ing kajeng salib. Gusti Yesus badhe nandhang sangsara lan pejah, temtu punika badhe adamel para pendherekipun sami bingung, ajrih lan sumebar pados kawilujengan piyambak-piyambak. Para pendherekipun Gusti Yesus paribasan bangunan “Kowe bakal kagempur nganti wrata karo lemah bareng karo anak-anakmu, sarta mungsuhmu ora bakal nglestarekake watu kang siji tumumpang ing watu liyane ing tembokmu, awit kowe ora nyumurupi wayahe anggone Gusti Allah nuweni kowe”. Pamikiranipun manungsa ingkang kawengku ing dosa punika winates ing bab kadonyan. Rancanganipun manungsa beda kaliyan rancanganipun Gusti Allah. Pikajengipun manungsa beda kaliyan kersanipun Gusti Allah. Punika ingkang ndadosaken manahipun Gusti Yesus sedhih ngantos muwun. Pamikiran lan manah kita kedah ngener dhateng dhawuh lan rancanganipun Gusti Allah, madosi punapa ingkang dados kersanipun Gusti Allah wonten ing gesang kita. Mboten madosi lan ngener dhateng pikajeng kita manungsa ingkang dosa punika. Gusti muwun (sedhih) menawi ningali sikap gesang kita ingkang namung nguja hawa nafsu kadonyan ingkang tumuju dhateng karisakan lan pejah. Sumangga kita ngudi bab kayekten, katresnan, keadilan, karukunan wonten ing gesang supados tentrem rahayu saking Gusti Allah kababar. Pakaryanipun Gusti Allah wonten ing sang Kristus kangge mujudaken bumi anyar lan langit kang anyar ugi kababar. |*ESB
SIDANG ISTIMEWA GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA KLASIS BOYOLALI 2024
Sidang Istimewa Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Boyolali dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2024 di GKJ Pengging, dalam rangka Ujian Calon Pendeta GKJ Pengging atas diri Sdr. Bayu Gumelaring Ady, S.Fil, dan sekaligus Laporan BapeklKlas Boyolali XIII serta Pengesahan Rencana Program Kerja 2024. Daur Sidang Klasis Boyolali diadakan setiap 2 tahun, sehingga ada Sidang Antara Klasis Boyolali untuk mengesahkan Rencana Program Kerja tahun yang kedua. Dalam rangka efektifitas dan efisiensi waktu dan pembiayaan, maka Pengesahan Rencana Program Kerja tahun 2024 sekaligus dilakukan dalam Sidang Istimewa saat itu. Sidang diikuti oleh utusan utama dan pengganti dari 8 GKJ dalam lingkup Klasis Boyolali (GKJ Pengging, GKJ Ampel, GKJ Boyolali, GKJ Cipto Wening, GKJ Kerten, GKJ Simo, GKJ Welar dan GKJ Sabda Mulya), BapelKlas dan BawasKlas Boyolali XIII, serta calon pendeta yang akan diuji yaitu Sdr, Bayu Gumelaring Ady dan 4 pembimbing calon Pendeta (Pdt. Hery Yuda Triyanto, Pdt. Dani Ariyanto, Pdt. Samuel Juta Damar, dan Pdt. Jaryono). Dalam persidangan tersebut juga mengundang Visitator Sinode yaitu Pdt. Yemima Widi Nurani sebagai Ketua Bidang Visitasi Bapelsin XXIX GKJ dan Pdt. Wiji Astuti sebagai anggota Tim Visitasi Bapelsin XXIX GKJ, Klasis Tetangga (Klasis Salatiga Bagian Selatan, Klasis Kartasura, Klasis Klaten Barat, Klasis Klaten Tengah dan Klasis Klaten Timur), serta utusan peninjau yaitu para pendeta di Klasis Boyolali (Pdt. Simon Julianto, Pdt. Septianingsih dan Pdt. Em. Setyo Budi Purwanto). Beberapa anggota jemaat GKJ Pengging dan juga keluarga dari calon pendeta juga hadir dalam persidangan tersebut. Sidang dimulai dengan ibadah Pembukaan pada pukul 07.30 WIB, yang dipimpin oleh Pdt. Kristanto Dwi Utomo selalu pendeta Konsulen GKJ Pengging. Khotbah disampaikan oleh calon Pendeta, yaitu Sdr. Bayu Gumelaring Ady, dengan Tema: Pemulihan Relasi Mendamaikan Hati, Bacaan dari Kejadian 33: 1-11. Khotbah dalam ibadah pembukaan tersebut sekaligus sebagai materi dalam mata uji khotbah. Dalam sidang tsb, moderamen terpilih adalah: Ketua 1 : Pdt Magdalena Elly Kurniawati (utusan utama dari GKJ Kerten) Ketua 2 : Pdt. Nur Bagus Aji Jatmiko (utusan utama dari GKJ Boyolali) Sekr.1 : Dkn, Andhy Setyono (utusan utama dari GKJ Pengging) Sekr.2 : Pnt. Sunarni (utusan utama dari GKJ Simo) Sidang berjalan sesuai Susunan Acara Persidangan dan Tata Tertib Persidangan yang telah disetujui, serta mengacu pada Peraturan Ujian Calon Pendeta yang diberlakukan oleh GKJ. Ujian berlangsung dengan urutan, sebagai berikut: 1. Ujian pertama adalah Ujian khotbah, dengan Penguji Utama Pdt. Hery Yuda Triyanto. 2. Ujian kedua adalah Ujian Pokok-pokok Ajaran GKJ, dengan Penguji Utama Pdt. Dani Ariyanto. 3. Ujian ketiga adalah Ujian Tata Gereja dan Tata Laksana, dengan Penguji Utama Pdt. Samuel Juta Damar. 4. Ujian keempat adalah Ujian Sejarah Gereja, dengan Penguji Utama Pdt. Jaryono. Ujian berlangsung dengan baik. Penilaian dilakukan secara kuantitatif, yang kemudian dibuat kualitatif. Hasi Persidangan: Sdr. Bayu Gumelaring Ady dinyatakan Layak Tahbis, dan menjalani proses Vikariat selama 1 tahun, mulai 8 Februari 2024 – 8 Februari 2025. Hasil Persidangan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Moderamen Sidang, Ketua dan Sekretaris Bapelklas Boyolali XIII serta visitator Bapelsin XXIX GKJ. Sdr. Bayu Gumelaring Ady juga membacakan serta menandatangai Surat Janji. Sambutan-sambutan disampaikan oleh: 1. Ketua Majelis GKJ Pengging: Pnt. Listyarini Wahyuningsih 2. Klasis Tetangga, diwakili oleh Pdt. Hananto Kusumo dari Klasis Salatiga Bagian Selatan. 3. Badan Pelaksana Sinode XXIX GKJ, yaitu Pdt. Yemima Widi Nurani selalu ketua Bidang Visitasi Bapelsin XXIX GKJ. Setelah Agenda terkait Ujian Calon Pendeta sudah selesai, dilanjutkan Agenda Laporan Bapelklas Boyolali XIII serta Pengesahan Rencana Program Kerja tahun serta Rencana Anggaran Belanjan Klasis tahun 2024. Laporan serta rencana tersebut disampaikan oleh Bp Bagus Sudjadi selalu ketua II Bapelklas Boyolali XIII. Sidang menerima laporan tersebut dan mengesahkan Rencana Program Kerja serta RAPB Klasis Boyolali tahun 2024. Moderamen Sidang memimpin sensuramorum, dan semua peserta persidangan menyatakan sejahtera dan menerima dengan baik hasil persidangan. Sidang Istimewa Gereja-gereja Kristen Jawa ditutup dengan Doa yang dipimpin oleh Pdt. Septianingsih dari GKJ Boyolali, pada pukul 16.18 WIB.
Jemuwah, 9 Pebruari 2024 Minggu V Saksampunipun Epifani
I Para Raja 14:1-8; Jabur 50:1-6; I Timoteus 1:12-20 PANGUCAP SOKUR “Iki tembung kang satuhu lan wajib diugemi temenan, “Sang Kristus Yesus rawuh ing donya prelu mitulungi rahayu marang wong dosa,” lan panunggalane iku aku iki kang gedhe dhewe dosaku.” (1 Timoteus 1: 15) Rasul Paulus paring piwulang dhumateng Timotius. Gesangipun kebak ing pamuji sokur wonten ing ngarsanipun Gusti Allah. Sih kamirahanipun Gusti Allah punika ngewahi gesangipun Rasul Paulus ingkang swaunipun sengit, ngala-ala, nganiaya lan mejahi dhateng sintena kemawon ingkang ndherek lan nampi Gusti Yesus. Rasul Paulus ngrumaosi, ngakeni bilih gesangipun punika kebak dosa. Ewasemanten karentahan sih palimirmanipun Gusti Allah wonten ing Sang Kristus, ingkang karsa nebus lan ngresiki sakathahing dosanipun, matemah nampi karahayon lan gesang langgeng. Punika Sihipun Allah ingkang saestu ageng ingkang katampi ing gesangipun Rasul Pulus, ingkang mbereg gesangipun Rasul Paulus kebak ing pamuji sokur wonten ing ngarsanipun Gusti. Rawuhipun Gusti Yesus wonten ing jagad punika saperlu mitulungi rahayu marang tiyang dosa, inggih manungsa. Wiwit Adham lan Kawa dhumawah ing dosa, sedaya manungsa kecalan karahayon. Gesangipun kawengku ing dosa lan pejah. Manungsa kanthi kekiyatanipun piyambak mboten saged ngluwari dhiri piyambak saking panguwaosipun dosa, lan pituwasipun dosa punika pati. Manungsa saged uwal saking dosa lan pati, menawi pikantuk sih katresnanipun Allah wonten ing Sang Kristus Yesus. Ing pundi Gusti Yesus kersa lan kuwagang ngrembat dosa-dosanipun manungsa, kadadosaken suci wonten ingarsanipun Allah Sang Rama. Saestu leres lan perlu kita antepi, bilih : “Sang Kristus Yesus rawuh ing donya prelu mitulungi rahayu marang wong dosa,” inggih dosa kita. Menawi kita ngrumaosi dhumawah ing dosa, sumangga enggal-enggal mratobat lan masrahaken gesang kita wonten ing panuntun lan pangreksanipun Gusti Yesus Kristus. Gusti paring karahayon. Gesang kita kedah kebak ing pamuji sokur ing sedaya kawontenan, awit Gusti langkung rumiyin nresnani lan mbabar karahayon wonten ing gesang kita. Pangucap sokur lumantar ing pamikiran, pitembungan, tumindak kita I *ESB.
Kemis, 8 Pebruari 2024 Minggu V Saksampunipun Epifani
I Para Raja 11:26-40; Jabur 50:1-6; II Korinta 2:12-17 URIP LAN PATI “Tumrap kang nemu karusakan, aku kabeh iki gandaning pati kang tumeka ing pati, lan tumrap kang nemu karahayon gandaning urip kang nguripake.” (II Korinta 2: 16a) Ing satengahing paladosanipun Rasul Paulus dhateng pasamuwan ing Korinta, Rasul Paulus ngadhepi kawontenan ingkang awrat sanget. Pasamuwan ing Korinta punika pasamuwan ingkang rentan konflik awit pengaruh kabudayan lan piwulang ingkang mawarni-warni. Wonten ingkang nampi nanging ugi wonten ingkang nampik piwulangipun Rasul Paulus. Tumprapipun golongan ingkang nampik piwulangipun Rasul Paulus, sedaya sami sengit lan ngigit-igit dhateng Rasul Paulus. Rasul Paulus kausir enggal nilaraken Korinta. Dene kanggenipun golongan ingkang nampi piwulangipun Rasul Paulus, sami ngantu-antu lan nyubya-nyubya rawuhipun Rasul Paulus ing Korinta. Punapa ingkang dipun wulangaken Rasul Paulus inggih punika bab kayekten saking Gusti Allah. Rasul Paulus mboten ngirangi lan nambahi punapa ingkang dipun dhawuhaken dening Gusti Allah. Rasul Paulus mboten namung mulangaken nanging ugi mitadosi lan ngestokaken kanthi tumemen punapa ingkang dipun dhawuhaken Gusti Allah wonten ing gesangipun. Tumprap Rasul Paulus : Awit pituwase dosa iku pati, balik sih-peparinge Gusti Allah iku urip langgeng ana ing Sang Kristus Yesus, Gusti kita (Rum 6:23). Injil kedah kawartosaken ing wegdal ingkang sae lan ing wegdal ingkang mboten sae dhateng sedaya tiyang. Injil mboten saged dipun watesi dening punapa kemawon. Awit Injil punika kekiyatan kita, gesang ing jagad lan ing kelanggenganipun. Pawartos bab sih kamirahanipun Sang Kristus punika ugi ingkang dados sumbering karahayon ing gesang kita. Martosaken Injilipun Gusti Allah temtu wonten ingkang nampi, ingkang bingahaken lan ingkang ndhatengaken karahayon ing gesang. Martosaken Injilipun Gusti dados tanggeljawab saben tiyang pitados, inggih wonten ing gesang kita ing saben wegdalipun. |*ESB
SIDANG XXII GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA KLASIS PEKALONGAN
Sidang XXII Gereja-Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Pekalongan dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Februari 2024 bertempat di GKJ Pekalongan selaku gereja penghimpun. Sidang Klasis tersebut juga bertepatan dengan hari ulang tahun klasis Pekalongan yang ke-26. Itulah sebabnya Klasis Pekalongan punya tradisi dalam penyelenggaraan sidang yaitu dilaksanakan setiap tanggal 6 Februari. Seremoni ulang tahun klasis dilaksanakan dengan pemotongan kue oleh Pdt. Dwi Argo Mursito (GKJ Pekalongan) selaku Ketua Bapel XXI GKJ Klasis Pekalongan lalu diserahkan secara simbolis kepada Pdt. Em. Toto Pramono (GKJ Limpung) sebagai pendeta yang paling sepuh dan Pdt. Yoel Tri Sugianto (GKJ Bawang) sebagai pendeta yang termuda di lingkup Klasis Pekalongan. Sidang XXII GKJ Klasis Pekalongan memilih tema: ”Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Ciptaan”, dihadiri utusan 8 gereja yaitu: GKJ Bandar, GKJ Batang, GKJ Imanuel Karanganyar, GKJ Kasimpar, GKJ Limpung, GKJ Pekalongan dan GKJ Purbo. Selain itu juga dihadiri oleh utusan klasis tetangga: Klasis Semarang Barat: Pdt. Imanuel Agus dan Pdt. Baptista Lois; Klasis Pekalongan Barat: Pdt. Sugeng Prihadi dan Pdt. Joseph Christanto. Sedangkan Visitator Sinode XXIX GKJ yang diutus dalam sidang tersebut Pdt. Timotius Setijanto dan Pdt. Bernadus M. Eksilimawan. Dalam persidangan XXII GKJ Klasis Pekalongan terpilih moderamen sidang: Ketua I: Pdt. Alfius Sokidi (GKJ Purbo), Ketua II: Pdt. Wahidi (GKJ Kasimpar), Sekretaris I: Dkn. Tri Atmo Widodo (GKJ Pekalongan), Sekretaris II: Pdt. Yoel Tri Sugianto (GKJ Bawang). Pergumulan yang dibahas dalam persidangan antara lain: Proses pemanggilan pendeta GKJ Purbo, GKJ Kasimpar, GKJ Bandar, GKJ Batang; Proses emiritasi pendeta GKJ Imanuel Karanganyar, GKJ Kasimpar, GKJ Purbo serta penahbisan pendeta GKJ Limpung. Susunan Bapel/Bawas XXII GKJ Pekalongan hasil persidangan tersebut: Ketua I : Pdt. Wahidi Ketua II : Pnt. Budi Riyono Sekretaris : Pdt. Yoel Tri Sugiyanto Bendahara : Pnt. Sri Ngatini Dilengkapi dengan bidang-bidang. Persidangan diakhiri dengan ibadah penutup disertai pelerehan Bapelklas/Bawasklas XXI, Pelantikan dan Pengutusan Bapelklas/Bawasklas XXII yang dilayani Pdt. Timotius Setijanto selaku Visitator Sinode GKJ.
Rebo, 7 Pebruari 2024 Minggu V Saksampunipun Epifani
Ayub 6:1-13; Jabur 102:12-28; Markus 3:7-12 ORA OWAH GINGSIR “…ing sajrone aku nandhang sangsara kang tanpa piwelas iku, sabab aku ora tau nyelaki pangandikane Kang Mahasuci.” (Ayub 6: 10) Punapa ingkang saged kita sinau saking gesangipun Ayub ngadhepi panandhang kang tanpa piwelas ing waosan nginggil? Ingkang sepisan, Ayub pitados lan nyumerepi punapa ingkang dados dhawuh pangandikanipun Gusti Allah punika dados tuking karahayon. Ingkang kaping kalih, Ayub nindakaken pangandikanipun Gusti kanthi tumemen lan sayektos (totalitas). Ingkang kaping tiga, kasetyanipun Ayub dhumateng Gusti mboten owah gingsir sanadyan nandhang kasangsaran kang tanpa piwelas. Pitados punika kedah kinanthenan kasetyan, awit tanpa kasetyan kapitadosan punika badhe gampil ambruk. Pitados dhumateng Gusti Allah inggih kedah kinanthenan kasetyan kangge nindakaken sedaya dhawuh pangandikanipun Gusti, sae ing wegdal ingkang bingahaken, kacekapan, ugi ing wegdal nandhang kasangsaran lan sisah. Pitados bilih Gusti Allah punika tansah nunggil, paring kekiyatan, kawicaksanan lan pangluwaran saking sawernining kasisahan ing gesangipun tiyang pitados. Kapitadosan ingkang miyur punika kapitadosan ingkang gampil ambruk nalika ngadhepi panggodha, persoalan, sakit, kasisahan lan kasangsaran. Kenging menapa? Awit kapitadosanipun tebih saking raos setya dhumateng Gusti Allah ingkang dados sumbering gesang; langkung pitados dhateng panguwaosipun dosa (iblis), hawa nafsu, lan kadonyan. Mboten kiyat nanggel kasisahan lan kasengsaran. Gesang ing jagad punika temtu badhe ngadhepi panggodha, kasisahan, sakit lan kesengsaran. Awit jagad punika sampun dhumawah ing dosa. Nanging wonten ing jagad punika Gusti Allah rawuh, nunggil, paring kekiyatan lan kawicaksanan. Ing jagad punika Gusti Allah makarya kangge dhatengaken karahayon wonten ing gesangipun manungsa. Ayub langkung setya dhumateng Gusti tinimbang dhateng bandha kadonya, anak, lan garwanipun. Ayub ugi langkung setya





