KHOTBAH JANGKEP 2024 – IPanduan Merayakan Liturgi GerejaTema tahun 2024:MEWUJUDKAN PEMBARUAN DAN PEMULIHAN KEUTUHAN CIPTAAN Klik disini untuk mengunduh Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan karena Bahan Kotbah Jangkep tahun 2024, telah terbit. Tema HIDUP BERSAMA DALAM KELUARGA ALLAH dijabarkan dalam tema tahunan yang berbeda, dan tahun 2024 bertemakan: “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” (Yesaya 65:17) Kotbah Jangkep ini dibuat dengan mengacu kepada tema besar dan subtema diatas, dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi semua jemaat dalam mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan seperti yang pernah dilakukan oleh Allah ketika dunia jatuh dalam dosa dan tindakan Allah melalui Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Tindakan mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan perlu terus ditumbuhkan agar kita semakin dimampukan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Allah. Tulisan kotbah Jangkep 2024 ini telah melibatkan para pendeta yang bersedia meluangkan waktu untuk menuangkan ide dan tulisan. Sekalipun tidak mudah menemukan penulis yang konsisten dan setia bekerjasama, namun demikian PWG tetap berupaya agar melalui Kotbah Jangkep ini potensi para pendeta dapat berkembang dan jemaat terbangun. Oleh karena itu bagi teman-teman pendeta yang telah bersedia menulis dan menyelesaikan kotbah jangkep tahun 2024 dengan penuh tanggung jawab, kami mengucapkan terima kasih. Demikian pula kami berterima kasih kepada tim editor yang telah bekerja merapikan tulisan ini. Selamat menggunakan Kotbah Jangkep 2024, semoga menjadi berkat bagi semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab: Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Immanuel Adi Saputro Penulis:Pdt. Marya Sri HartatiPdt. Heri WindartaPdt. Rian Pandu BgaswaraPdt. Nicolaus Satriyo NugrohoPdt. Ari KristiantoPdt Agus HendratmoPdt. Hesty MurwasariPdt. Samuel Juta DamarPdt. Imanuel Geovasky Editor :Pdt. Tanto KristionoPdt. Immanuel Adi Saputro Tata letak dan Sampul :Kantor Sinode GKJ Vol. 2 No. 1 Januari-Juni 2024 ISSN 2964-4232
KURIKULUM REMAJA JULI 2024
KURIKULUM REMAJAAku Tumbuh Bersama Yesus Tema Tahun 2024Mewujudkan Pembaharuan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Pada usia remaja, seseorang mulai memasuki dunia baru, dunia yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Pada masa kanak-kanak, kehidupan dan pergaulan masih sebatas lingkungan keluarga dan orang-orang di sekitar rumah. Tetapi pada masa remaja, seseorang mengenal orang-orang baru dalam lingkup yang lebih luas. Banyak hal baru dijumpai dan dialami remaja. Namun bersamaan dengan itu, remaja juga diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang sebelumnya tidak pernah dijumpai. Remaja mulai belajar menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialaminya. Karena itu, selain indah, masa remaja juga menjadi masa yang rentan. Masa remaja menjadi masa transisi sekaligus batu uji bagi seseorang. Bila Seseorang berhasil melalui masa remaja dengan baik, maka ia akan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan siap menjalani fase baru hidupnya. Sebaliknya, bila seseorang “gagal” maka ia cenderung menjadi pribadi yang tidak siap menyambut hari depannya. Menilik pentingnya masa remaja, mendorong gereja-gereja khususnya di lingkup Sinode GKJ untuk memberi perhatian khusus kepada para remaja. Mereka bukan lagi kanak-kanak tapi mereka juga bukan orang dewasa. Mereka membutuhkan perhatian dan bimbingan khusus. Buku Kurikulum Remaja 2024 ini dimaksudkan untuk menolong gereja-gereja dalam mendampingi dan memelihara iman pada remajanya. Sebagai sebuah upaya, tentulah masih jauh dari sempurna. Terlebih lagi, konteks gereja-gereja di lingkup Sinode GKJ sangat beragam. Karena itu, kiranya gereja-gereja dapat mengolah kembali bahan-bahan dalam buku Kurikulum Remaja ini agar menjadi materi yang sesuai dan efektif bagi pembinaan remaja. Kiranya Tuhan Yesus, Raja Gereja memberkati upaya dan pelayanan kita bersama. Salatiga, Agustus 2023 BAPELSIN XXVIII GKJ Bidang Pembinaan Warga Gereja Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab :Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Pdt. Adhika Tri SubowoPdt. Sih Ell MirmaningrumPdt. Natasha VananiPdt. Elizabet Emilia PutriPdt. Widhewani SuwandiPdt. Iman SetiadiPdt. Dani AriyantoPdt. Geget Elite Sucining HPdt. Julia Indah PramudiyantiPdt. Rivaldi Angga KurniawanPdt. Kristrian Yudi NugrohoPdt. Eni Wahyuningsih Editor :Pdt Erni Ratna YunitaPdt Elia Dwi Prasetyo Tata letak & sampul:Kantor Sinode GKJVolume 2 Tahun 2024 ISSN 2964-4976
Bahan Kurikulum Anak Juli 2024
KURIKULUM ANAK 2024 – IIAKU IKUT YESUS “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Puji dan syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Allah, Sang Raja Gereja, hanya karena kekuatan dan hikmat dari Tuhan Allah saja, maka Buku Kurikulum Anak Tahun 2024 Semester pertama ini dapat hadir. Tuhan Allah yang telah menuntun para penulis, illustrator dan editor serta Bidang PWG, juga para pekerja di PDILM Sinode GKJ, dalam pekerjaan di bagiannya masing-masing. Kami juga bersyukur karena Buku Kurikulum Anak Sinode GKJ dapat dipakai oleh Tuhan untuk menghadirkan berkat bagi banyak gereja, dalam kegiatan Sekolah Minggu di gereja masing-masing. Kita juga patut bersyukur karena masa pendemi sudah berlalu. Dengan demikian gereja-gereja sudah dapat kembali mengadakan Sekolah Minggu secara tatap muka, tanpa pembatasan usia atau pun pembatasan-pembatasan lainnya. Tentu akan lebih menyenangkan bagi Anak-anak Sekolah Minggu jika dapat kembali mengikuti Sekolah Minggu di gereja. Demikian juga untuk Guru Sekolah Minggu akan lebih mudah untuk menyiapkan dan menerapkan bahan Kurikulum Anak ini. Untuk Bahan Kurikulum Anak Tahun 2024 ini, bacaan Alkitab yang disajikan dalam Ayat Indah, sudah menggunakan Alkitab Terbitan Baru Edisi kedua. Jika gereja-gereja belum menggunakannya, maka bagian Ayat Indah dapat disesuaikan dengan kondisi gereja masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini dapat diunggah juga di website Sinode GKJ. Sekalipun mengunggah bahan ini di website Sinode GKJ dapat dilakukan secara gratis, namun demikian, kami berharap gereja-gereja menggunakan bahan ini dengan cara membeli Buku Kurikulum Anak. Kami tetap menghadirkan dalam bentuk Buku, untuk membantu gereja-gereja yang membutuhkan dalam bentuk buku. Juga untuk gereja-gereja yang justru mengalami kesulitan untuk mengunggah dari website Sinode GKJ. Bahan Kurikulum Anak ini bukan merupakan materi siap saji. Persiapan dan kreativitas Guru Sekolah Minggu tetap diperlukan dalam mengolah dan menyajikan materi Kurikulum Anak ini dalam merealisasikan di Sekolah Minggu masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini berusaha untuk dapat membantu Guru Sekolah Minggu memberikan inspirasi dalam menyampaikan Firman Tuhan kepada anak-anak dan mengajak anak-anak melakukan berbagai aktivitas. Kami sangat memahami adanya keragaman situasi dan kondisi masing-masing gereja. Untuk itu kami menyadari belum dapat sepenuhnya menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini tepat guna dan tepat sasaran dalam menjawab tantangan dan kebutuhan para Guru Sekolah Minggu, sesuai dengan konteks gereja setempat. Kami tetap membuka diri menerima kritik dan saran untuk perbaikan ke depan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para penulis, illustrator dan editor serta PDILM Sinode yang telah berupaya untuk menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada gereja-gereja yang sudah membeli dan menggunakan Buku Bahan Kurikulum Anak ini. Selamat melayani. Tuhan memberkati kita semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Pdt. Neny Suprihartati Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab : Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Ibu Evalina Chrisna DamanikPdt. Elisabet SimanjuntakIbu Fitri Dwi UtamiPdt. Hendra KurniawanPdt. Dane Dea KumalaPdt. Puspita Setyo Arti Editor:Pdt. Neny SuprihartatiPdt. Wisnu Tri Handayani Ilustrator:Supriatmo Tata letak:Kantor Sinode GKJVol. 2 No.1 Januari-Juni 2024ISSN 2964-1020
BAKTI BAGI GURU: 1.000 paket buku bagi para guru di Halmahera
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dengan saling membantu” (Ef. 4:2). Terima kasih atas kasih dan dukungan Sobat Media bagi para guru di Halmahera. Hingga kini telah terkumpul 742 paket buku Jujur Melangkah & Sekolah Kristen dan Jalan Turun Yesus. Program ini akan ditutup pada 31 Mei 2024. Dan masih dibutuhkan 258 paket lagi. Dengan Rp164.000,- per paket, Sobat Media masih berkesempatan untuk memperlengkapi para guru di Halmahera. Dukungan dapat disalurkan via BCA 3423568450 a.n.Tangan Terbuka Media. Tangan Terbuka Media*Bangun Jiwa via Medi
SINERGI EMPAT KLASIS SAMPAIKAN KABAR BAIK DARI SUBANG
Sinergi empat klasis yang terdiri dari: GKJ Klasis Jakarta Bagian Timur, GKJ Klasis Jakarta Bagian Barat, GKJ Klasis Pekalongan Barat dan GKJ Klasis Citanduy melakukan bakti sosial menjangkau wilayah-wilayah yang belum pernah dilayani oleh GKJ. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengandeng GPIB Maranatha, Subang. Bakti sosial dilaksanakan di wilayah Kabupaten Subang tepatnya di Desa Ponggang yang meliputi dua Kampung yakni Kampung Cibeureum dan Kampung Ponggang. Seluruh kebutuhan dana bakti sosial didukung oleh anggaran klasis, gereja-gereja serta para donatur. Tim Pelayanan Kabar Baik yang diketuai oleh Pdt. Sektiono Pinto Nugroho melakukan bakti sosial berupa: pembangunan tembok penahan tebing dan tembok pagar Masjid, pengerasan bahu jalan, pemasangan pipa air bersih dan pemasangan pompa air yang sudah dilakukan mulai pertengahan bulan Mei 2024. Sebagai puncak kegiatan bakti sosial dilaksankan pelayanan kesehatan gratis pada hari Sabtu, 1 Juni 2024 bertempat di kantor Desa Ponggang, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang-Jawa Barat. Pelayanan Kesehatan yang dilakukan meliputi pelayanan kesehatan umum dan gigi yang dilayani oleh tenaga medis gabungan empat Klasis. Pelayanan kesehatan diawali dengan ibadah pengutusan yang dilayani oleh Pdt. Sri Maharani Kembaren Ginting bertempat di GPIB Maranatha, Subang. Dalam sambutannya, Kepala Desa Ponggang: Bapak Asep Suryana menyambut baik kegiatan bakti sosial yang dilakukan Tim Pelayanan Kabar Baik serta berharap dilakukan rutin setiap tahun agar jalinan silaturahmi tetap terjaga. SOLI DEO GLORIA!
Setu, 1 Juni 2024 Minggu Trinitas
1 Samuel 2:1-10; Jabur 139:1-6, 13-18; Yokanan 7:19-24 AJA GAMPANG NJEKSANI “Anggonmu ngukumi aja manut apa kang katon, nanging ngukumana kanthi adil.” (Yokanan 7:24) Mbah Minah ora nggraita babar pisan anggone methik woh kakao cacah 3 kanggo winih, dadi ngambra-ambra. Mula bukane mbah Minah ndeleng anane uwoh kakao kang wis mateng, ing pategalane andinge. Pategalan iku duweke PT Rumpun Sari Antan. Uwoh kakao kang uwis kapethik mau mung digletakake ana ing sak ngisore wit kakao. Wis bene bosok njur bisa dienggo winih. Sinambi angon wektu anggone arep matur “nyuwun” karo petugas. Urung nganti matur, lurahe pakebonan kakao mau banjur liwat lan pitakon: “Sapa sing methik woh kakao iki?” Mbah Minah blaka yen dheweke sing methik. Sajak ora rena, lurahe pakebonan banjur ujar lan dakwa yen tumindak methik ora kandha dhisik iku klebu nyolong. Ndhadha kaluputane, mbah Minah age-age njaluk ngapura banjur ngaturake woh kakao sing wis kebacut dipethik, lan nganggep yen prakarane wis rampung. Ora nyana babar pisan prakarane kedawa-dawa nganti tekan Pangadilan Negeri Purwokerta. Wusana mbah Minah nampa putusan kinunjara suwene sesasi luwih 15 dina. Putusan pengadilan kang ora adil babar pisan. Mangkono uga patrape wong Yahudi anggone arep mbendoni Gusti Yesus jalaran dianggep nerak wewalere sabat nalika nyarasake wong kang lara ing dina sabat. Kamangka nalikane wong Yahudi padha nindakake tetak miturut adat tradisi, dianggep becik ora nerak wewalere Sabat. Sajak ana standart ganda. Kanggo wong liya kleru; luput. Kanggo awake dhewe bener lan becik. Tundhane ndadekake wong gampang olehe njeksani lan ngukum, tanpa nggatekake perangan ingkang adil. Umpama kang methik iku mandore, ora bakal kedawa-dawa. Gandheng sing methik iku mbah Minah, wong bodho lan prasaja banjur gampang olehe njeksani lan ngukum. Bener pangandikane Gusti Yesus: “Anggonmu ngukumi aja manut apa kang katon, nanging ngukumana kanthi adil”. Aja gampang njeksani!|*AJ
Jemuwah, 31 Mei 2024 Minggu Trinitas
I Samuel 1:19-27; Jabur 139:1-6, 13-18; Rum 8:31-39 NYENYUWUN DHUMATENG GUSTI “….kula punika tiyang estri iangkang kala rumiyin ngadhep wonten ing ngarsa panjenengan ngriki nyenyuwun dhumateng Sang Yehuwah!” (1 Samuel 1:26) Ing salebeting ndedonga, kita tansah nyenyuwun dhumateng Gusti. Wosipun werni-werni, wonten ingkang sesambetan kaliyan kabetahan, padamelan, keluarga, lan perkawis sanesipun. Kalamangsanipun, nalika sesambetan kaliyan perkawis ingkang mirunggan, kita nyeyuwun dhumateng Gusti kanthi patrap ingkang adreng, wekdal ingkang boten sekedhap, kedah mawi luh, kedah mawi pasa lan sapiturutipun. Semanten ugi ingkang dipuntedahaken dening Hana garwanipun Elkana. Pawestri punika sampun dangu dereng dipun paringi momongan, kamangka garwanipun Elkana sanesipun ingkang nami Penina sampun nggadahi anak. Tumraping Hana, perkawis punika karaos dados momotan ingkang awrat. Punapa malih marunipun ingkang sampun nggadahi lare wau malah nyakiti manahipun. Mila Hana lajeng adreng anggenipun sowan lan nyenyuwun dhumateng Gusti. Hana nyenyuwun dhumateng Gusti kanthi manah ingkang sedhih, sinambi nangis senggrak-senggruk. Panyuwunipun Hana kasembadan, Gusti maringi putra ingkang lajeng dados Nabi Samuel. Nanging ingkang perlu dados kawigatosan kita ing bab panyuwunanipun Hana dhumateng Gusti punika mboten namung winates ing panyuwunan kemawon. Awit nalika kita ndedonga, ugi sami kathah panyuwunan dhumateng Gusti. Lajeng ingkang mbedaaken punapa? Hana mitadosaken gesang lan pandonganipun dhumateng Gusti. Piyambakipun pitados kanthi estu bilih namung Gusti Allah ingkang saged mitulungi perkawisipun. Piyambakipun mboten preduli kawastanan tiyang mabuk. Hana pitados pandonga punika sarana piyambakipun ngraosaken katentreman, keyakinan lan kekiyatan saking Gusti Allah. Menawi mboten mekaten mboten badhe kita ugi remen dedonga dhumateng Gusti. Sumangga tansah nyenyuwun dhumateng Gusti ing salebeting pandonga kinanthenan raos pasrah lan pitados satuhu, supados kita nampi berkah saking Panjenenganipun, miturut karsa lan wekdalipun Gusti ingkang sae. |*IAS
Kemis, 30 Mei 2024 Minggu Trinitas
I Samuel 1:1-18; Jabur 139:1-6, 13-18; Lelakone Pr. Rasul 25:1-12 KULA NGUCAP SOKUR “…Dhuh Yehuwah, Paduka ingkang njajagi lan nguningani kawula!” (Jabur 139:1) Kita asring mireng tetembungan: “Gusti sampun mirsa sedaya ingkang dados kabetahan kula, mila kula mboten perlu ndedonga”. Leres, Gusti sampun pirsa kawontenan, kabetahan, perkawis lan punapa ingkang badhe kita adhepi ing gesang. Awit Panjenenganipun punika maha mirsa lan maha kuwaos, mboten badhe wonten ingkang kaaling-alingan saking paningalipun. Namung, punapa kita ugi mangertos kabetahan kita piyambak ingkang perlu kita aturaken ing ngarsanipun Gusti? Punapa kita ugi badhe yakin Gusti ngersakaken punapa lan badhe maringi punapa? Prabu Dawud ngandika bilih Gusti Allah nguningani kawontenanipun, dadosa nalika lenggah, ngadeg, ing osiking manahipun, mlampah utawi ngaso. Malah kados ingkang kapangandikakaken ing ayat 4 “sabab sakderengipun ilat kawula ngedalaken tetembungan sayektosipun Paduka sampun nguningani sadaya…” Milanipun, Prabu Dawud ngandika: “Kawula ngucap sokur dhumateng Paduka margi elok ngebat-ebati kedadosan kawula…” (ay.14a). Pakaryanipun mboten saged jinajagan dening sedaya tiyang kelebet Prabu Dawud ingkang sampun pinilih dening Gusti Allah piyambak. Milanipun menawi kita saged ngrumaosi bilih kita punika kagungan Gusti Allah ingkang maha kuwaos lan tansah nguwaosi gesang kita, sumangga kita tansah ngucap sokur dhumateng Panjenenganipun. Pangucap sokur punika minangka tandha atur panuwun kita dhumateng Gusti awit Panjenenganipun tansah migatosaken gesang kita. Pangucap sokur punika ugi minangka tandha bilih kita ngakeni lan ngaosi pangrimatipun Gusti tumrap gesang kita. Pangucap sokur punika ugi tandhaning iman ingkang tansah pitados lan mitadosaken gesang dhateng karsa lan pitulunganipun Allah. Sumangga kita tansah ngucap sokur dhateng Gusti Allah, awit Panjenenganipun tansah mirsa gesang lan panggesangan kita kanthi sawetahipun. I *IAS
Rebo, 29 Mei 2024 Minggu Trinitas
Wilangan 6:22-27, Jabur 20, Markus 4:21-25 AJA DIKUREBI TOMPO “Gusti Yesus banjur ngandika marang wong-wong mau: “Wong nggawa damar iku ora banjur dikurebi tompo utawa didokok ing longan, nanging banjut ditumpangake ing jodhog” (Markus 4:21) Tompo punika tenggok alit ingkang biasanipun dipun angge takeran beras, kacang lan sanesipun. Ukuran tompo werni-werni ingkang alit piyambak watawis wiyar 6cm inggilipun 10 cm. Menawi tompo punika kakurebaken ing sakinggilipun damar, cahyaning damaripun dados peteng utawi malah kepara pejah. Mila temtu mboten wonten ginanipun menawi nyumet damar lajeng dipuntutupi tompo, kamangka kita mbetahaken cahyanipun kangge madhangi kiwa tengen. Gusti Yesus ngginakaken damar minangka lambang tumrap gesanging para pendherekipun Gusti, kalebet kula lan panjenengan. Gusti Yesus ngengetaken jejering tiyang pitados minangka pepadhang ing gesang padintenan. Panjenenganipun ngersakaken supados kita tansah nyunaraken cahyaning kamulyanipun Gusti lan dados dilah dhateng sesami. Kadospundi caranipun, supados tetep nyunaraken cahya kamulyanipun Gusti? Kawiwitan saking pribadi, kedah saged ngolah kapribaden kita kanthi sakmesthipun, purun ngendhaleni diri lan sinau gesang miturut karsanipun Gusti. Nalika nindakaken gesang ing tengahing sesami, kita kedah saged nedahaken sikap, tetembungan lan tumindak ingkang nuwuhaken katentreman, pirukun lan kabingahan dhateng masyarakat. Sampun ngantos kosok wangsulipun, tumindak kita malah ndhatengaken kuceming asmanipun Gusti ing gesanging masyarakat. Tumindak sawenang-wenang dhateng sesami, lan gesang saksekecanipun piyambak, punika sanes tumindak ingkang ndhatengaken pepadhang. Gatosna ayat 24: “…Ematna apa kang kokrungokake. Ukuran kang kanggo ngukur, iku uga bakal kanggo ngukur kowe, sarta kajaba iku tumrap kowe bakal diwuwuhi.” Sumangga kita sami tansah dados damar ingkang tiningalan cahyanipun ing kiwa tengen lan dhateng sesami. Sampun ngantos malah ndhelik lan dipunkurebi tompo. I *IAS
Slasa, 28 Mei 2024 Minggu Trinitas
Pangentasan 25:1-22; Jabur 20; I Korinta 2:1-10 KAWICAKSANAN SEJATI “Nanging kang daklairake iku kawicaksanane Gusti Allah kang kineker sarta winadi, kang wus kacawisake dening Gusti Allah ing sadurunge jagad dumadi, kanggo kamulyan kita” (I Korinta 2:7) Ing Pasamuwan Korinta wonten saperangan tiyang Yahudi ingkang ngersakaken tandha mujizat lan saperangan tiyang Yunani ingkang mbudidaya nampi kawicaksan. Rasul Paulus mboten kepingin mbekta perkawis punika ing satengahing pasamuwan, mila pangandikanipun: “tekaku ora kanthi pitembungan kang dakik-dakik utawa kanthi kawasisan anggonku nglantarake paseksen kang saka Gusti Allah marang kowe.” (ay.1). Rasul Paulus rawuh ing satengahing pasamuwan mboten badhe ngaturaken paseksen bab dhirinipun utawi nedahaken kaunggulaning manungsa, nanging badhe nglairaken paseksi bab agenging sih lan pakaryanipun Gusti Yesus ingkang sampun sinalib. Kanthi mekaten Rasul Paulus paring tuladha dhateng pasamuwan ing Korinta. Saben tiyang ingkang sampun ndherek Panjenenganipun, kedah saged nelakaken sih piwelas, pakaryan lan kamulyanipun Gusti,ing solah tingkah, tindak tanduk punapa dene pitembunganipun. Mila aturipun Rasul Paulus, “nanging kang daklairake iku kawicaksanane Gusti Allah kangge kamulyanipun titah sedaya”. Kawicaksanan ingkang sejati punika cakrikipun pancen kedah mekaten, saben tiyang ingkang sampun nampi Gusti Yesus, lan gesang miturut kersanipun, sedaya ingkang katindakaken, dadosa ing gesang padintenan punapadene nalika leladi ing ngarsanipun Gusti mboten perlu malih nedahaken kawasisanipun piyambak. Sampun ngantos malih, kanthi ancas tujuwan “supaya aku di deleng lan disubya-subya uwong, rumangsa paling pinter lan wicaksana”, nanging ingkang katindakaken supados namunga ngluhuraken Asmanipun Gusti. Mila kita perlu sinau ngudi andhap asoring manah, wantun ngakeni bilih dhiri kita punika winates lan ugi tiyang ingkang apes. Kanthi mekaten kita badhe tansah ngendelaken kekiyataning Roh ingkang mitulungi kita nglairaken kawicaksananipun Allah. I *IAS





