II Samuel 15:1-13; Jabur 130; Mateus 7:7-11 INGKANG WIGATI “Cara kang kaya mangkono iku ditandhukaken Pangeran Absalom marang sakehe wong Israel kang arep sowan Sang Prabu nyuwun pangadilan. Kanthi patrap mangkono anggone Pangeran Absalom mikat atine wong Israel.” (2 Samuel 15:6) Absalom nggadhahi kaunggulan minangka pamimpin. Absalom sampurna ing dedegipun, mboten wonten cacatipun. Absalom ugi nggadhahi kekendelan, ketelatenan anggenipun nanggapi tiyang Israel, grapyak lan tamtu kemawon kaprigelan anggenipun mikat manahipun tiyang Israel. Absalom kasil ngempalaken bala ingkang kathah sanget. Damel tiyang Israel nyingkur saking Sang Prabu Dawud punika perkawis ingkang mboten gampil, awit Sang Prabu Dawud punika nggadhahi kaunggulan ingkang mbekta Israel tumuju ing kejayaan. Ewasamanten, Absalom kasil mikat manahipun tiyang Israel. Emanipun, potensi, karisma, kaprigelan lan kaelokanipun Absalom ingkang sampurna punika mboten dipun imbangi kaliyan watak ingkang sae. Absalom ngrebut punapa ingkang sanes hakipun. Absalom “mempromosikan/ngangkat dhiri” sakderenge wekdalipun. Absalom mengkudeta ramanipun piyambak. Ugi, Absalom wantun ngganggu tiyang ingkang jinebadan dening Gusti. Bab punika ingkang njalari Absalom ingkang “sampurna” punika dados muspra. Ing tembenipun Absalom pejah kanthi kawontenan ingkang melasi. Cariyosipun Absalom punika dados piwucal tumrap kita sedaya. Ngengetaken bilih kadospundikemawon watak punika langkung wigatos katimbang sanesipun. Tanpa watak ingkang sae, potensi, karisma, kaprigelan ingkang ngedapedapi mboten badhe awet, malah muspra. Sumangga kita fokus kangge mbangun sikep saha watak ingkang sae ing gesang kita inggih punika watak ingkang saemper Sang Kristus. Namung kanthi nggadhahi watak ingkang sae, mila Gusti badhe ngangkat lan mbekta kita wonten ing kasaenan. Supados kita nggadhahi watak ingkang sae, kita kedah mbudidaya lan nyenyuwun dhumateng Gusti. Sok sintena ingkang nyenyuwun, tamtu badhe nampi. (Mateus 7:7). |*SAR
KHOTBAH JANGKEP SEPTEMBER 2024
KHOTBAH JANGKEP 2024 – IPanduan Merayakan Liturgi GerejaTema tahun 2024:MEWUJUDKAN PEMBARUAN DAN PEMULIHAN KEUTUHAN CIPTAAN Klik disini untuk mengunduh Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan karena Bahan Kotbah Jangkep tahun 2024, telah terbit. Tema HIDUP BERSAMA DALAM KELUARGA ALLAH dijabarkan dalam tema tahunan yang berbeda, dan tahun 2024 bertemakan: “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” (Yesaya 65:17) Kotbah Jangkep ini dibuat dengan mengacu kepada tema besar dan subtema diatas, dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi semua jemaat dalam mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan seperti yang pernah dilakukan oleh Allah ketika dunia jatuh dalam dosa dan tindakan Allah melalui Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Tindakan mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan perlu terus ditumbuhkan agar kita semakin dimampukan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Allah. Tulisan kotbah Jangkep 2024 ini telah melibatkan para pendeta yang bersedia meluangkan waktu untuk menuangkan ide dan tulisan. Sekalipun tidak mudah menemukan penulis yang konsisten dan setia bekerjasama, namun demikian PWG tetap berupaya agar melalui Kotbah Jangkep ini potensi para pendeta dapat berkembang dan jemaat terbangun. Oleh karena itu bagi teman-teman pendeta yang telah bersedia menulis dan menyelesaikan kotbah jangkep tahun 2024 dengan penuh tanggung jawab, kami mengucapkan terima kasih. Demikian pula kami berterima kasih kepada tim editor yang telah bekerja merapikan tulisan ini. Selamat menggunakan Kotbah Jangkep 2024, semoga menjadi berkat bagi semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab: Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Immanuel Adi Saputro Penulis:Pdt. Marya Sri HartatiPdt. Heri WindartaPdt. Rian Pandu BgaswaraPdt. Nicolaus Satriyo NugrohoPdt. Ari KristiantoPdt Agus HendratmoPdt. Hesty MurwasariPdt. Samuel Juta DamarPdt. Imanuel Geovasky Editor :Pdt. Tanto KristionoPdt. Immanuel Adi Saputro Tata letak dan Sampul :Kantor Sinode GKJ Vol. 2 No. 2 Juli-Desember 2024 ISSN 2964-4232
KURIKULUM REMAJA SEPTEMBER 2024
KURIKULUM REMAJAAku Tumbuh Bersama Yesus Tema Tahun 2024Mewujudkan Pembaharuan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Pada usia remaja, seseorang mulai memasuki dunia baru, dunia yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Pada masa kanak-kanak, kehidupan dan pergaulan masih sebatas lingkungan keluarga dan orang-orang di sekitar rumah. Tetapi pada masa remaja, seseorang mengenal orang-orang baru dalam lingkup yang lebih luas. Banyak hal baru dijumpai dan dialami remaja. Namun bersamaan dengan itu, remaja juga diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang sebelumnya tidak pernah dijumpai. Remaja mulai belajar menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialaminya. Karena itu, selain indah, masa remaja juga menjadi masa yang rentan. Masa remaja menjadi masa transisi sekaligus batu uji bagi seseorang. Bila Seseorang berhasil melalui masa remaja dengan baik, maka ia akan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan siap menjalani fase baru hidupnya. Sebaliknya, bila seseorang “gagal” maka ia cenderung menjadi pribadi yang tidak siap menyambut hari depannya. Menilik pentingnya masa remaja, mendorong gereja-gereja khususnya di lingkup Sinode GKJ untuk memberi perhatian khusus kepada para remaja. Mereka bukan lagi kanak-kanak tapi mereka juga bukan orang dewasa. Mereka membutuhkan perhatian dan bimbingan khusus. Buku Kurikulum Remaja 2024 ini dimaksudkan untuk menolong gereja-gereja dalam mendampingi dan memelihara iman pada remajanya. Sebagai sebuah upaya, tentulah masih jauh dari sempurna. Terlebih lagi, konteks gereja-gereja di lingkup Sinode GKJ sangat beragam. Karena itu, kiranya gereja-gereja dapat mengolah kembali bahan-bahan dalam buku Kurikulum Remaja ini agar menjadi materi yang sesuai dan efektif bagi pembinaan remaja. Kiranya Tuhan Yesus, Raja Gereja memberkati upaya dan pelayanan kita bersama. Salatiga, Agustus 2023 BAPELSIN XXVIII GKJ Bidang Pembinaan Warga Gereja Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab :Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Pdt. Adhika Tri SubowoPdt. Sih Ell MirmaningrumPdt. Natasha VananiPdt. Elizabet Emilia PutriPdt. Widhewani SuwandiPdt. Iman SetiadiPdt. Dani AriyantoPdt. Geget Elite Sucining HPdt. Julia Indah PramudiyantiPdt. Rivaldi Angga KurniawanPdt. Kristrian Yudi NugrohoPdt. Eni Wahyuningsih Editor :Pdt Erni Ratna YunitaPdt Elia Dwi Prasetyo Tata letak & sampul:Kantor Sinode GKJVolume 2 Tahun 2024 ISSN 2964-4976
Bahan Kurikulum Anak September 2024
KURIKULUM ANAK 2024 – IIAKU IKUT YESUS “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Puji dan syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Allah, Sang Raja Gereja, hanya karena kekuatan dan hikmat dari Tuhan Allah saja, maka Buku Kurikulum Anak Tahun 2024 Semester pertama ini dapat hadir. Tuhan Allah yang telah menuntun para penulis, illustrator dan editor serta Bidang PWG, juga para pekerja di PDILM Sinode GKJ, dalam pekerjaan di bagiannya masing-masing. Kami juga bersyukur karena Buku Kurikulum Anak Sinode GKJ dapat dipakai oleh Tuhan untuk menghadirkan berkat bagi banyak gereja, dalam kegiatan Sekolah Minggu di gereja masing-masing. Kita juga patut bersyukur karena masa pendemi sudah berlalu. Dengan demikian gereja-gereja sudah dapat kembali mengadakan Sekolah Minggu secara tatap muka, tanpa pembatasan usia atau pun pembatasan-pembatasan lainnya. Tentu akan lebih menyenangkan bagi Anak-anak Sekolah Minggu jika dapat kembali mengikuti Sekolah Minggu di gereja. Demikian juga untuk Guru Sekolah Minggu akan lebih mudah untuk menyiapkan dan menerapkan bahan Kurikulum Anak ini. Untuk Bahan Kurikulum Anak Tahun 2024 ini, bacaan Alkitab yang disajikan dalam Ayat Indah, sudah menggunakan Alkitab Terbitan Baru Edisi kedua. Jika gereja-gereja belum menggunakannya, maka bagian Ayat Indah dapat disesuaikan dengan kondisi gereja masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini dapat diunggah juga di website Sinode GKJ. Sekalipun mengunggah bahan ini di website Sinode GKJ dapat dilakukan secara gratis, namun demikian, kami berharap gereja-gereja menggunakan bahan ini dengan cara membeli Buku Kurikulum Anak. Kami tetap menghadirkan dalam bentuk Buku, untuk membantu gereja-gereja yang membutuhkan dalam bentuk buku. Juga untuk gereja-gereja yang justru mengalami kesulitan untuk mengunggah dari website Sinode GKJ. Bahan Kurikulum Anak ini bukan merupakan materi siap saji. Persiapan dan kreativitas Guru Sekolah Minggu tetap diperlukan dalam mengolah dan menyajikan materi Kurikulum Anak ini dalam merealisasikan di Sekolah Minggu masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini berusaha untuk dapat membantu Guru Sekolah Minggu memberikan inspirasi dalam menyampaikan Firman Tuhan kepada anak-anak dan mengajak anak-anak melakukan berbagai aktivitas. Kami sangat memahami adanya keragaman situasi dan kondisi masing-masing gereja. Untuk itu kami menyadari belum dapat sepenuhnya menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini tepat guna dan tepat sasaran dalam menjawab tantangan dan kebutuhan para Guru Sekolah Minggu, sesuai dengan konteks gereja setempat. Kami tetap membuka diri menerima kritik dan saran untuk perbaikan ke depan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para penulis, illustrator dan editor serta PDILM Sinode yang telah berupaya untuk menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada gereja-gereja yang sudah membeli dan menggunakan Buku Bahan Kurikulum Anak ini. Selamat melayani. Tuhan memberkati kita semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Pdt. Neny Suprihartati Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab : Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Ibu Evalina Chrisna DamanikPdt. Elisabet SimanjuntakIbu Fitri Dwi UtamiPdt. Hendra KurniawanPdt. Dane Dea KumalaPdt. Puspita Setyo Arti Editor:Pdt. Neny SuprihartatiPdt. Wisnu Tri Handayani Ilustrator:Supriatmo Tata letak:Kantor Sinode GKJVol. 2 No.1 Januari-Juni 2024ISSN 2964-1020
Jemuwah, 9 Agustus 2024 Minggu Limrah XIII
II Samuel 14:25-33; Jabur 130; Galati 6:1-10 PADHA TULUNG TINULUNGANA “Padha tulung-tinulungana ing bot repot! Iya kaya mangkono iku anggonmu netepi ing angger-anggering Sang Kristus.” (Galati 6:2) Bapa greja Agustinus nedahaken bilih: “Katresnan kuwi nduweni tangan kanggo mitulungi wong liya, katresnan iku nduweni sikil kanggo tumuju wong kang miskin, katresnan iku nduweni mripat kanggo ndeleng kabutuhaning liyan, katresnan nduweni kuping kanggo ngrungokake sambate wong kang sangsara.” Katresnan punika nggadhahi asta, suku, paningal lan talingan ingkang mboten namung saged kita ginakaken kangge dhiri kita piyambak, ananging ugi saged kita ginakaken kangge nggayuh sok sintena ing kanan kering kita. Waosan dinten punika njlentrehaken kadospundi kita nindakaken dawuhipun Sang Kristus. Mboten namung kangge dhiri kita piyambak, ananging ugi dateng tiyang sanes ing kanan kering kita. Punapa ingkang dipun lampahi inggih ruwet rentenging gesang, kasisahan, dhawah ing dosa, lan kasangsaran, nyatanipun saged kita alami ing gesang kita. Gesang punika kados rodha ingkang ngglinding, kadhang wonten ngandhap, kadhang kala wonten inggil. Pramila sampun ngantos gumunggung rikala nembe sakeca utawi wonten ing ngginggil. “Ing saindenge tanah Israel ora kang kaloking bagusi munjuli Pangeran Absalom. Wiwit saka dlamakan nganti tutug ing embun-embunan ora ana cacade babar pisan.” (2 Sam 14:25-27). Punapa ingkang wigati kita sinaoni? Inggih punika bilih iba agengipun Allah nitahaken Absalom kanthi sedaya bakat, karisma, kaelokan, kaprigelan mimpin tiyang sanes, ananging mboten ngagem piyambakipun dados pamimpin Israel. Sedaya kaluwihan punika muspra menawi namung kaagem kangge mbujeng pikajengipun piyambak. Gesang tulung-tinulung mbetahaken sikep andhap asor, mboten gumunggung utawi mbujeng pikajengipun piyambak. Supados punapa ingkang kita gadhahi sageda ngluhuraken asmanipun Gusti Allah, kalebet kangge mitulungi tiyang ingkang mbetahaken pitulungan. Rikat punapa randhat estunipun kita badhe ngeneni punapa ingkang kita sebar (Gal. 6:8) Pramila sumangga kita nyebar perkawis lan tumindak ingkang prayogi. |*SAR
Kemis, 8 Agustus 2024 Minggu Limrah XIII
II Samuel 13:37-14:24; Jabur 130; Rum 15:1-6 PANGAPUNTEN INGKANG BOTEN TULUS “Nanging Sang Prabu ngandika: “Absalom kareben njujug ing omahe dhewe, aja nganti sowan ing ngarsaningsun.” Dadine Pangeran Absalom njujug ing daleme lan ora sowan marang Sang Prabu.” (II Samuel 14:24) Tumindak ingkang dipun lampahi kanthi boten tulus punika mboten sae. Rekonsiliasi punika endah, ananging muspra manawi katindakaken kanthi boten tulus. Ngapunteni punika sae, ananging menawi katindakaken kinanthenan boten tulus mboten wonten ginanipun. Saumpami negor wit mboten ngantos dumugi oyotipun, ing satunggal wekdal mesthi badhe thukul malih. Makaten rekonsiliasi ingkang boten tulus antawisipun Dawud lan Absalom. Dawud sejatosipun kangen dhateng Absalom ananging mboten kuwagang ngakeni, ing sisih sanes taksih nyimpen duka tumrap tumindakipun Absalom mejahi sedherekipun piyambak. Kanthi trik ingkang karancang Yoab, pungkasanipun Dawud ngidini Absalom wangsul dhateng Israel. Namung kemawon, Dawud mboten ngidini Absalom sowan ing ngarsanipun.Kangen nanging taksih sengit. Ngapunteni nanging dereng tulus. Kawontenan punika kelampahan ngantos kalih tahun. Absalom frustasi lan sejatosipun langkung milih manggen ing Gesur tinimbang wangsul ananging dipun kendelaken. Sinaosa Absalom kapareng sowan ing ngarsanipun Prabu Dawud, ananging nuwuhaken sengit ingkang ing tembenipun nuwuhaken kudeta. Ing gesang kita kadhangkala kita kedah ngalami konflik. Ing ngriku tuwuh bibit-bibit sengit utawi akar kepaitan. Menawi punika kelampahan, solusi ingkang prayogi inggih punika rekonsiliasi utawi mulihaken sesambetan. Sinau saking cariyos Dawud lan Absalom, ampun ngantos rekonsiliasi kita katindakaken kanthi setengah ati. Ngapunteni nanging taksih ngundhat-undhat kaluputan ing mangsa kepengker. Pangapunten setengah ati tamtu badhe nuwuhaken kepaitan malih, temahan tumindak punika dados tanpa paedah. Pramila kita kedah mbudidaya ngapunteni kanthi sakwetahipun lan rukun dhateng sesami kados ingkang dipun karsakaken dening Sang Kristus (Rum 15:5). |*SAR
Semangat Baru di GKJ NgentakrejoVikaris Krisnanda Resmi Ditahbiskan
(Kulonprogo, 6/8) Ibadah penahbisan yang penuh hikmat menandai tonggak sejarah baru bagi Gereja Kristen Jawa (GKJ) Ngentakrejo, Klasis Kulonprogo. Pada hari Selasa, 6 Agustus 2024, Vikaris Krisnanda Pandu Putra S,Si,. Teol secara resmi ditahbiskan menjadi seorang pendeta. Acara sakral ini dihadiri oleh segenap jemaat GKJ Ngentakrejo, para pendeta di klasis Kulonprogo, Badan Pelaksana Klasis Kulonprogo, perwakilan Badan Pelaksana Klasis sekitar, Visitator sinode serta tamu undangan lainnya.Prosesi penahbisan yang dipimpin oleh Pdt. Thomas Wijayanto, S.Si ( Pendeta GKJ Nanggulan) selaku Konsulen bagi GKJ Ngentakrejo berlangsung khidmat dan penuh makna. Sebelum ditahbiskan, Vikaris Krisnanda Pandu Putra S,Si,. Teol diberikan kesempatan “sungkem” kepada orang tua sebagai bentuk bakti serta permohonan restu. Setelah menjalani prosesi penahbisan, Pdt. Krisnanda Pandu Putra S,Si,. Teol melanjutkan memimpin ibadah sampai akhir. Dalam kotbah sulungnya ia menyampaikan tema tentang panggilan pelayanan “Sami Ngaosi Lan Ngantepi Maneka Warni Timbalanipun Gusti” , ia menekankan pentingnya kesetiaan, pengabdian, dan kasih dalam menjalankan tugas sebagai hamba Tuhan.Usai ibadah penahbisan, acara dilanjutkan dengan resepsi. Acara ini menjadi ajang kebersamaan antara Pendeta yang baru ditahbiskan beserta jemaat dan tamu undangan . Dari Jawa Timur ke Yogyakarta,Membawa semangat baru nan bercahaya.Vikaris Krisnanda kini jadi pendeta,Memimpin jemaat dengan penuh cinta. GKJ Ngentakrejo melangkah maju,Di setiap jengkal menebar kasih sayang.Mari kita dukung pendeta Krisnanda Pandu,Membawa GKJ Ngentakrejo kian gilang gemilang….
Bulan Keluarga 2024
Tema: “Supaya Kamu Saling Mengasihi” Diterbitkan oleh:Lembaga Pembinaan dan Pengaderan Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa dan Sinode GKI Wilayah Jawa Tengah Pengantar Halo Sahabat LPP Sinode, Puji syukur pada Allah, Lembaga Pembinaan dan Pengaderan Sinode GKJ dan GKI SW Jateng (LPP Sinode) telah menerbitkan bahan Bulan Keluarga 2024. Pada tahun ini tema yang digumuli adalah: “Supaya Kamu Saling Mengasihi”. Tema ini didasarkan pada realitas saat ini dalam terang sabda Allah. Realitas menunjukkan bahwa keluarga-keluarga Kristen dipanggil mewujudkan keluarga inklusi, khususnya berkait dengan penyandang disabilitas. Injil Yohanes 13:34 menjadi terang bagi kita untuk mewujudkan keluarga inklusi. Sekalipun bacaan dari Yohanes 13:34 tidak dijadikan bacaan khusus dalam ibadah Minggu, Pemahaman Alkitab maupun Persekutuan Doa, kiranya sabda ini menjadi sumber peneguhan sebagai keluarga inklusi. Untuk mendapat penjelasan dari teks ini dan kaitannya dengan tema, sahabat LPP Sinode dapat membacanya di Bahan Dasar Bulan Keluarga 2024. Sebelum LPP Sinode mengangkat topik ini menjadi bahan Bulan Keluarga, Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) yang bekerja sama dengan LPP Sinode telah mengadakan Pelatihan untuk Fasilitator Gereja Inklusi. Pelatihan itu diadakan di Salatiga, Yogyakarta, dan Metro – Lampung. Peserta pelatihan adalah utusan dari gereja-gereja yang ada di sekitar Rumah Sakit YAKKUM. Karena materi-materi dalam pelatihan itu penting, maka LPP Sinode mengembangkannya menjadi bahan Bulan Keluarga. Kami sadar bahwa tema bahan Bulan Keluarga tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu bahan ini perlu dipelajari secara mendalam. Kami menyarankan supaya panitia melibatkan berbagai kalangan yang memiliki kepedulian untuk mewujudkan keluarga inklusi, seperti pegiat HAM, psikolog, pelayan medis, keluarga dan aktivis penyandang disabilitas, dan penyandang disabilitas di gereja maupun di masyarakat. Bahan ini tersaji atas bantuan dari sahabat-sahabat LPP Sinode yang telah berkontribusi sejak pemikiran awal bahan hingga terbitnya bahan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada: Mengingat masing-masing gereja/jemaat memiliki kekhasannya masing-masing, kami mempersilahkan masing-masing gereja/jemaat yang menggunakan bahan ini menggunakan bahan dengan diolah terlebih dahulu. Berbagai daya dan kreativitas dapat dilakukan supaya bahan ini menjadi sarana yang menumbuhkan penghayatan dan perwujudkan keluarga inklusi. Dari kompleks Samironobaru nomor 77 Yogyakarta, kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat atas berbagai dukungan, partisipasi bagi lembaga ini. Melalui setiap doa, dukungan dana, daya, dan berbagai partisipasi dari sahabat-sahabat lembaga ini dimampukan menjalankan fungsinya. Dengan iringan doa dari kami semua di LPP Sinode, kami berharap pelaksanaan Bulan Keluarga 2024 dapat berjalan dengan baik. Tuhan memberkati kita semua. Salam Kami,Pdt. Wisnu Sapto Nugroho Bahan Masa Bulan Keluarga 2024 dapat diunduh melalui link berikut ini: Bahan Bulan Keluarga 2024_Ms Word, Ukuran: 3.9 MB (Downloaded: 167) Bahan Bulan Keluarga 2024_Pdf, Ukuran: 2.3 MB (Downloaded: 157) Pengantar Pengiriman Bahan Masa Paskah 2024 dapat diunduh melalui link berikut: Pengantar Bahan Bulan Keluarga 2024, Ukuran: 286.1 KB (Downloaded: 26) Bagi Bapak/Ibu/Saudara yang ingin mendukung pelayanan LPP Sinode, dapat mengirimkan persembahannya melalui rekening berikut ini: Rekening LPP SinodeGiro BCA a.n. GKI SW Jateng QQ LPP Sinode No. 6975405200Giro BRI a.n. LPP Sinode no. 0029-01-000409-30-9
Rebo, 7 Agustus 2024 Minggu Limrah XIII
II Samuel 13:20-36; Jabur 50:16-23; Markus 8:1-10 SENGIT “… Pangeran Absalom ngrendhem sengit banget marang Pangeran Amnon, awit saka anggone masesa marang kang rayi Tamar.” (II Samuel 13:22) Raos sengit punika reaksi emosi negatif ingkang tuwuh ing manah. Jalaranipun sengit, kados ta dipun remehaken, dipun lecehaken, dipun khianati utawi perlakuan mboten adil. Raos sengit saged kemawon mboten ketingal dening tiyang sanes awit dipun pendhem ing salebeting manah. Sengit punika mbebayani. Sengit dados akar pait ingkang alon-alon tuwuh lan ngrembaka sarta menawi kababar saged nuwuhaken dredah. Awit pangrudapeksanipun Amnon dateng Tamar, Absalom kangmasipun Tamar nyimpen raos sengit dhateng Amnon (ayat 22) punapa malih keng ramanipun, Sang Prabu Dawud mboten ngukum Amnon sacara adil. Saksampunipun kalih tahun, sengit ing manahipun Absalom mboten ical. Absalom ngantu-antu wekdal kangge males kanthi ngrancang patinipun Amnon. Nalika pahargyan ing Baal-Hazor, Absalom mrentahaken tiyangipun kangge mejahi Amnon. Sasampunipun punika kelampahan, piyambakipun lajeng mlajar, ngungsi dhateng kratonipun Prabu Talmai, ratu ing tanah Gesur kangge ngendhani paukuman saking keng rama. Minangka tiyang ingkang sakit manahipun, limrah menawi Absalom duka. Emanipun raos dukanipun mboten dipun rampungi temah malih dados sengit lan sengit punika njalari rajapati. Mila kita kedah waspada menawi manah kita sakit amargi tumindak ingkang mboten adil utawi ngalami kuciwa. Manah punika “punjering” gesang kita. Pramila menawi ing salebeting manah kita wonten raos sengit, kedah kita rampungaken sacara tuntas kanthi kasadiyan kangge ngapunteni lan mulihaken sesambetan. Ugi nggadhahi sensitivitas kangge niti priksa lan ngrampungaken akar-akar kepaitan wonten ing manah kita. Kanthi ngengeti pangapuntening dosa ingkang sampun kita tampi saking Gusti Yesus, kita sinau ngapunten ingapunteni tiyang sanes ingkang njalari manah kita sakit. |*SAR
Slasa, 6 Agustus 2024 Minggu Limrah XIII
II Samuel 13:1-19; Jabur 50:16-23; I Korinta 12:27-31 TRESNA UTAWI HAWA NEPSU? “Wasana Pangeran Amnon katuwuhan rasa sengit kang luwih banget marang Sang Putri, malah rasane sengit ngluwihi rasane remen marang kang rayi ing sadurunge. Pangeran Amnon ngandika marang Sang Putri: “Ngadega lan lungaa!” (II Samuel 13:15) Tresna punika raos positif ingkang kiyat ing salebeting manah. Hawa nepsu punika pepenginan ingkang kiyat kangge maremaken badanipun piyambak. Para nem-neman asring angel mbedakaken kekalihipun. Tresna njalari kasaenan sedayanipun, ananging hawa nepsu namung njalari raos marem sawetawis ingkang pungkasanipun raos getun. Pangeran Amnon ngalami kados mekaten. Piyambakipun nandhang wuyung ngantos gerah. Ingkang dados perkawis inggih punika piyambakipun tresna dhateng rayi kewalonipun, Tamar. Pangeran Amnon mboten mbudidaya ngendhaleni dhiri, nyirep hawa nepsunipun ananging malah crita dhateng Yonadab ingkang pinter ananging moralipun mboten sae. Akibatipun wonten skandal ing karajan, Pangeran Amnon ngruda peksa Tamar. Punapa selajengipun ingkang kelampahan? Pangeran Amnon ingkang sewaunipun tresna sanget dhateng Tamar, dumadakan dados sengit sanget lan kasar dhateng Tamar. Sasampunipun pepenginanipun kalaksanan, raos tresna dumadakan gantos sacara drastis. Nyatanipun sanes tresna, ananging hawa nepsu. Hawa nepsu saged memba dados tresna. Tandhanipun raos ingkang kita anggep tresna punika mboten preduli dhateng nilai-nilai kaleresan lan mboten preduli sinaosa tresna punika dhasaripun klentu. Kathah tiyang rumaos tresna sanget nanging nyatanipun dipun dhasari namung kapincut dedeg, pasuryan, lan kasugihan. Dene tresna adhedhasar perkawis punika njalari gampil luntur lan ical. Amargi katresnanipun tega tumindak awon, rila nilaraken kapitadosanipun, rila nyenyolong utawi korupsi, lsp. Katresnan ingkang dipun dhasari kanthi perkawis ingkang salah mboten badhe langgeng, pramila sumangga kita nggadhahi tresna ingkang suci lan tulus, ingkang dhasaripun ugi suci lan tulus. |*SAR





