Kolaborasi Lintas Agama dalam Pengelolaan Sampah: Peran Tokoh Agama dalam Menangani Dampak Perubahan Iklim”. “Wah, mantap tenan niki masakan sayur lompong plus tempe bosok!” suara kelegaan ini terdengar nyaring dari seorang peserta yang baru saja menyantap makan siangnya di Pondok Pesantren Al-Anwar. Tak hanya itu, matanya tampak berbinar-binar tanda suka cita mengikuti seluruh rangkaian acara. Hari kedua sekaligus penutupan acara sarasehan memang diakhiri dengan makan siang di salah satu ruangan samping aula pondok pesantren yang berada di Bolon, Palbapang, Bantul, DIY itu. Puluhan peserta yang datang dari berbagai daerah di Jogja dan Jawa Tengah sudah dimanjakan oleh Kyai Aris Munawar yang kali ini menjadi tuan dan nyonya rumah pertemuan SOBAT. Makanan tradisional dari telo godog, kacang, juga sayur kembang gedang “mbanyu mili” dilayankan oleh para santri memanjakan sekitar 80 orang tokoh agama yang berkumpul. Selama dua hari pada 3-4 September 2024, para pendeta, Suster, Kyai, tokoh Sedulur Sikep, Forum Masyarakat Katholik Indonesia dan beberapa komunitas simpul Sobat dari Salatiga, Wonosobo, Cilacap, Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul, Klaten, Wonogiri, Sragen, Purwodadi, Demak, Pekalongan, dan Bantul berjumpa merefleksikan perannya dalam berkolaborasi terkait penanganan dampak perubahan iklim. Pada hari pertama, Dr. Pradjarta Dirdjosanjoto, M.A. dari Lembaga Percik Salatiga menyampaikan syukur atas perjalanan panjang dari komunitas ini. Ia menjelaskan sejarah terbentuknya Sobat yang prakarsai oleh tiga lembaga: Pondok Pesantren Edi Mancoro di Semarang, Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Salatiga, dan Lembaga Percik, Salatiga. Dari tahun 2002 atau selama lebih dari dua dekade, gerakan ini telah membangun jaringan lintas agama yang berlandaskan pada rasa saling percaya, yang berupaya menghilangkan segregasi dan sakit hati antar umat dalam masyarakat yang majemuk. Kini, Sobat memiliki lebih dari 32 simpul di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sarasehan kali ini merupakan salah satu kegiatan rutin Sobat yang mempertemukan simpul-simpul dari berbagai daerah untuk saling berbagi dan belajar tentang kegiatan serta isu yang berkembang di masing-masing simpul. Fokus Sobat tidak hanya terbatas pada hubungan lintas agama, tetapi juga menangani berbagai isu sosial di tingkat lokal, nasional, dan global, termasuk kepemiluan, penanggulangan bencana, kesehatan, dan krisis lingkungan seperti tantangan perubahan iklim. Penyamaan pemahaman (nada dasar) akan isu pengelolaan sampah ini disampaikan oleh Pdt. Hananto Kusuma sebagai wakil dari pemrakarsa dari GKJ yang menjelaskan pandangan sikap dan gerakan GKJ dalam menghadapi masalah sampah dan perubahan iklim. Ia menyampaikan dasar panggilan untuk memelihara alam tempat kita berada (TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu – Kejadian 2:15). Juga mengutip Pokok-pokok Ajaran GKJ No 150-153 83. 153 yang intinya penjelasan isi tuntutan tanggung jawab manusia mengenai alam. Dua isi tuntutan tanggung jawab manusia mengenai alam adalah: 1. Dengan kebebasan dan kewenangannya, manusia menguasai, mengolah, dan menggunakan alam untuk menunjang kehidupannya. 2. Serempak dengan itu, manusia memelihara dan mempertahankan kelestarian alam sebagai rumah kediaman bersama dengan semua makhluk. Dengan demikian, kelestarian semua makhluk, termasuk manusia, juga terjaga Sekda Bantul Agus Budiraharja, S.KM., M.KES mewakili Bupati Bantul mengapresiasi dan membuka acara ini di hadapan para peserta yang duduk lesehan sekaligus menyampaikan arah kebijakan pengelolaan sampah daerah kabupaten Bantul. Ia menyampaikan adanya kebijakan desentralisasi sampah dan pemberdayaan masyarakat, konsepnya pengolahan pari purna dan tidak lagi tempat pembuangan akhir sampah namun harus dipilah-pilah sesuai tahapan. Pengelolaan sampah dari pendekatan Sosial-Ekonomi disampaikan oleh Damar Waskitojati dari Lembaga Percik sedangkan Pengelolaan Sampah dari Pendekatan Agama Islam disampaikan oleh KH.Mustafid–Pengasuh PP Aswaja Mlangi. Kegiatan ini juga diisi dengan keakraban dalam suasana yang sangat bersahabat dengan menyanyi bersama, puisi, dan juga berjoged riang gembira. Beberapa pendeta GKJ tampak hadir mewarnai forum tersebut antara lain Pdt. Novembri, Pdt. Sari Frihono, Pdt. Wahyu Nirmala, Ki Atmo. Ki Aryo Aldoko, Pdt. Yahya, Pdt. Dian Sunu, Pdt. Filo, Pdt. Dian Tjahyadi, Pdt. Korvinus, Pdt. Djuniawan, Vikaris Tera, dan khususnya Pdt. Adi yang menyumbang lagu “Jogja Istimewa” dan Pdt. Lintang melantunkan lagu “Kemesraan”. Kajian Bersama Sobat ini terarah pada peran potensial tokoh agama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dalam komunitas masing-masing, mendorong praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dan mempromosikan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Peran yang diharapkan juga dalam membina kolaborasi lintas agama untuk mengembangkan strategi dan solusi kolektif untuk pengelolaan sampah, dengan mengacu pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip bersama dari berbagai agama. Termasuk dalam mengadvokasi kebijakan dan peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat lokal dan nasional, dengan memanfaatkan pengaruh dan otoritas moral tokoh agama. Bahkan diharapkan bisa memobilisasi komunitas agama untuk berpartisipasi dalam inisiatif pengurangan sampah, daur ulang, dan pembersihan, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kepemilikan masyarakat terhadap masalah tersebut. Selain suasana akrab, makanan tradisional, yang menarik dalam acara ini juga adanya tangki besar air minum isi ulang yang disediakan Ponpes Al Anwar sehingga peserta bisa mengisi air kembali ke botol yang dibawa. Setelah berfoto bersama, peserta pun kembali ke tempat masing-masing. Semangat paska pertemuan bahkan diungkapkan oleh salah satu senior Sobat, Kyai Marzuki, dalam grup WA Sobat, “Jangan pernah lupa Sobat yg awalnya bermodal nol puthul, tanpa kita sangka kini menjadi bangunan rumah bersama dg kekayaan semangat, komitmen dan rasa ikhlas bergerak sepi ing pamrih. Sesuatu -bersamaan kekurangan dan kelebihannya-, ada nilai yg jarang dipunyai gerakan lintas agama pada umumnya.”
KURIKULUM REMAJA OKTOBER 2024
KURIKULUM REMAJAAku Tumbuh Bersama Yesus Tema Tahun 2024Mewujudkan Pembaharuan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Pada usia remaja, seseorang mulai memasuki dunia baru, dunia yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Pada masa kanak-kanak, kehidupan dan pergaulan masih sebatas lingkungan keluarga dan orang-orang di sekitar rumah. Tetapi pada masa remaja, seseorang mengenal orang-orang baru dalam lingkup yang lebih luas. Banyak hal baru dijumpai dan dialami remaja. Namun bersamaan dengan itu, remaja juga diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang sebelumnya tidak pernah dijumpai. Remaja mulai belajar menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialaminya. Karena itu, selain indah, masa remaja juga menjadi masa yang rentan. Masa remaja menjadi masa transisi sekaligus batu uji bagi seseorang. Bila Seseorang berhasil melalui masa remaja dengan baik, maka ia akan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan siap menjalani fase baru hidupnya. Sebaliknya, bila seseorang “gagal” maka ia cenderung menjadi pribadi yang tidak siap menyambut hari depannya. Menilik pentingnya masa remaja, mendorong gereja-gereja khususnya di lingkup Sinode GKJ untuk memberi perhatian khusus kepada para remaja. Mereka bukan lagi kanak-kanak tapi mereka juga bukan orang dewasa. Mereka membutuhkan perhatian dan bimbingan khusus. Buku Kurikulum Remaja 2024 ini dimaksudkan untuk menolong gereja-gereja dalam mendampingi dan memelihara iman pada remajanya. Sebagai sebuah upaya, tentulah masih jauh dari sempurna. Terlebih lagi, konteks gereja-gereja di lingkup Sinode GKJ sangat beragam. Karena itu, kiranya gereja-gereja dapat mengolah kembali bahan-bahan dalam buku Kurikulum Remaja ini agar menjadi materi yang sesuai dan efektif bagi pembinaan remaja. Kiranya Tuhan Yesus, Raja Gereja memberkati upaya dan pelayanan kita bersama. Salatiga, Agustus 2023 BAPELSIN XXVIII GKJ Bidang Pembinaan Warga Gereja Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab :Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Pdt. Adhika Tri SubowoPdt. Sih Ell MirmaningrumPdt. Natasha VananiPdt. Elizabet Emilia PutriPdt. Widhewani SuwandiPdt. Iman SetiadiPdt. Dani AriyantoPdt. Geget Elite Sucining HPdt. Julia Indah PramudiyantiPdt. Rivaldi Angga KurniawanPdt. Kristrian Yudi NugrohoPdt. Eni Wahyuningsih Editor :Pdt Erni Ratna YunitaPdt Elia Dwi Prasetyo Tata letak & sampul:Kantor Sinode GKJVolume 2 Tahun 2024 ISSN 2964-4976
Bahan Kurikulum Anak Oktober 2024
KURIKULUM ANAK 2024 – IIAKU IKUT YESUS “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” Klik disini untuk mengunduh KATA PENGANTAR Puji dan syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Allah, Sang Raja Gereja, hanya karena kekuatan dan hikmat dari Tuhan Allah saja, maka Buku Kurikulum Anak Tahun 2024 Semester pertama ini dapat hadir. Tuhan Allah yang telah menuntun para penulis, illustrator dan editor serta Bidang PWG, juga para pekerja di PDILM Sinode GKJ, dalam pekerjaan di bagiannya masing-masing. Kami juga bersyukur karena Buku Kurikulum Anak Sinode GKJ dapat dipakai oleh Tuhan untuk menghadirkan berkat bagi banyak gereja, dalam kegiatan Sekolah Minggu di gereja masing-masing. Kita juga patut bersyukur karena masa pendemi sudah berlalu. Dengan demikian gereja-gereja sudah dapat kembali mengadakan Sekolah Minggu secara tatap muka, tanpa pembatasan usia atau pun pembatasan-pembatasan lainnya. Tentu akan lebih menyenangkan bagi Anak-anak Sekolah Minggu jika dapat kembali mengikuti Sekolah Minggu di gereja. Demikian juga untuk Guru Sekolah Minggu akan lebih mudah untuk menyiapkan dan menerapkan bahan Kurikulum Anak ini. Untuk Bahan Kurikulum Anak Tahun 2024 ini, bacaan Alkitab yang disajikan dalam Ayat Indah, sudah menggunakan Alkitab Terbitan Baru Edisi kedua. Jika gereja-gereja belum menggunakannya, maka bagian Ayat Indah dapat disesuaikan dengan kondisi gereja masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini dapat diunggah juga di website Sinode GKJ. Sekalipun mengunggah bahan ini di website Sinode GKJ dapat dilakukan secara gratis, namun demikian, kami berharap gereja-gereja menggunakan bahan ini dengan cara membeli Buku Kurikulum Anak. Kami tetap menghadirkan dalam bentuk Buku, untuk membantu gereja-gereja yang membutuhkan dalam bentuk buku. Juga untuk gereja-gereja yang justru mengalami kesulitan untuk mengunggah dari website Sinode GKJ. Bahan Kurikulum Anak ini bukan merupakan materi siap saji. Persiapan dan kreativitas Guru Sekolah Minggu tetap diperlukan dalam mengolah dan menyajikan materi Kurikulum Anak ini dalam merealisasikan di Sekolah Minggu masing-masing. Bahan Kurikulum Anak ini berusaha untuk dapat membantu Guru Sekolah Minggu memberikan inspirasi dalam menyampaikan Firman Tuhan kepada anak-anak dan mengajak anak-anak melakukan berbagai aktivitas. Kami sangat memahami adanya keragaman situasi dan kondisi masing-masing gereja. Untuk itu kami menyadari belum dapat sepenuhnya menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini tepat guna dan tepat sasaran dalam menjawab tantangan dan kebutuhan para Guru Sekolah Minggu, sesuai dengan konteks gereja setempat. Kami tetap membuka diri menerima kritik dan saran untuk perbaikan ke depan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para penulis, illustrator dan editor serta PDILM Sinode yang telah berupaya untuk menyajikan Bahan Kurikulum Anak ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada gereja-gereja yang sudah membeli dan menggunakan Buku Bahan Kurikulum Anak ini. Selamat melayani. Tuhan memberkati kita semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Pdt. Neny Suprihartati Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab : Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Imanuel Adi Saputro Penulis :Ibu Evalina Chrisna DamanikPdt. Elisabet SimanjuntakIbu Fitri Dwi UtamiPdt. Hendra KurniawanPdt. Dane Dea KumalaPdt. Puspita Setyo Arti Editor:Pdt. Neny SuprihartatiPdt. Wisnu Tri Handayani Ilustrator:Supriatmo Tata letak:Kantor Sinode GKJVol. 2 No.1 Januari-Juni 2024ISSN 2964-1020
KHOTBAH JANGKEP OKTOBER 2024
KHOTBAH JANGKEP 2024 – IIPanduan Merayakan Liturgi GerejaTema tahun 2024:MEWUJUDKAN PEMBARUAN DAN PEMULIHAN KEUTUHAN CIPTAAN Klik disini untuk mengunduh Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan karena Bahan Kotbah Jangkep tahun 2024, telah terbit. Tema HIDUP BERSAMA DALAM KELUARGA ALLAH dijabarkan dalam tema tahunan yang berbeda, dan tahun 2024 bertemakan: “Mewujudkan Pembaruan dan Pemulihan Keutuhan Ciptaan” (Yesaya 65:17) Kotbah Jangkep ini dibuat dengan mengacu kepada tema besar dan subtema diatas, dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi semua jemaat dalam mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan seperti yang pernah dilakukan oleh Allah ketika dunia jatuh dalam dosa dan tindakan Allah melalui Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Tindakan mewujudkan pembaruan dan pemulihan keutuhan ciptaan perlu terus ditumbuhkan agar kita semakin dimampukan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Allah. Tulisan kotbah Jangkep 2024 ini telah melibatkan para pendeta yang bersedia meluangkan waktu untuk menuangkan ide dan tulisan. Sekalipun tidak mudah menemukan penulis yang konsisten dan setia bekerjasama, namun demikian PWG tetap berupaya agar melalui Kotbah Jangkep ini potensi para pendeta dapat berkembang dan jemaat terbangun. Oleh karena itu bagi teman-teman pendeta yang telah bersedia menulis dan menyelesaikan kotbah jangkep tahun 2024 dengan penuh tanggung jawab, kami mengucapkan terima kasih. Demikian pula kami berterima kasih kepada tim editor yang telah bekerja merapikan tulisan ini. Selamat menggunakan Kotbah Jangkep 2024, semoga menjadi berkat bagi semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab: Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWGPdt. Erni Ratna YunitaPdt. Neny SuprihartatiPdt. Immanuel Adi Saputro Penulis:Pdt. Marya Sri HartatiPdt. Heri WindartaPdt. Rian Pandu BgaswaraPdt. Nicolaus Satriyo NugrohoPdt. Ari KristiantoPdt Agus HendratmoPdt. Hesty MurwasariPdt. Samuel Juta DamarPdt. Imanuel Geovasky Editor :Pdt. Tanto KristionoPdt. Immanuel Adi Saputro Tata letak dan Sampul :Kantor Sinode GKJ Vol. 2 No. 2 Juli-Desember 2024 ISSN 2964-4232
Setu, 31 Agustus 2024 Minggu Limrah XVI
Hosea 3:1-5; Jabur 45:2-3, 7-10; Yokanan 18:28-32 KATRESNANIPUN ALLAH “Pangeran Yehuwah ngandika marang aku: “Sira lungaa maneh lan nresnanana sawijining wong wadon, kang seneng dadi sundel lan laku jina, kayadene Sang Yehuwah uga tresna marang para wong Israel, sanadyan iku padha mungkur marani allah liya-liyane lan karem emplek-emplek kismis.” (Hosea 3:1) Kitab suci nyerat sesambetanipun Gusti kaliyan umat punika kagambaraken kados sesambetanipun tiyang sesemahan. Sesambetan ingkang unik punika kasebat garwa, sigaraning nyawa. Emanipun, umat Israel asring nyingkur saking Gusti lan natoni kasetyanipun Gusti, kadosdene ingkang dipun tindakaken Gomer, garwanipun Hosea ingkang laku jina. Gomer punika tiyang estri ingkang dados sundel. Ing bab 1, Hosea kadhawuhaken dening Gusti mendhet Gomer minangka garwanipun. Nanging Gomer mboten setya dhateng Hosea, malah laku jina malih (selingkuh). Ing pasal 3 punika Gusti ndhawuhi supados Hosea madosi lan nebus Gomer kanthi Tebusan ingkang mboten sekedhik inggih punika 15 sekel salaka lan sair 1,5 homer. Tebusan ingkang langkung murah katimbang tebusan budhak. Menawi Gomer dipun tebus kanthi murah, umatipun Gusti dipun tebus kanthi rah ingkang aji inggih punika sedanipun Gusti ing kajeng salib (1 Pet 1:18-19, Yok 18:32). Hosea saged kemawon megat Gomer, ananging punika mboten katindakaken awit punika dhawuhipun Gusti ingkang nresnani umat Israel. Panebusan ingkang dipun tindakaken Hosea nedahaken katresnanipun dhateng Gomer. Makaten katresnanipun Hosea nggambaraken katresnanipun Gusti dhateng umatipun, katresnan ingkang tanpa syarat, katresnan ingkang milujengaken. Katresnan ingkang mboten luntur sinaosa kita selingkuh/nyingkur saking Gusti. Saking waosan punika supados kita nggegilut bilih Gusti Allah maringi “kesempatan/wegdal” dhateng kita supados mratobat kanthi gumolonging manah lan ndandosi tumindak kita. sumangga kita ngaturaken panuwun sokur awit katresnanipun Gusti Allah dhateng kita punika. Gusti mitulungi. |*SAR
Jemuwah, 30 Agustus 2024 Minggu Limrah XVI
Mustikaning Kidung 2:1-7; Jabur 45:2-3, 7-10; Yakobus 1:9-16 SANG KRISTUS MINANGKA RATUNING GESANG “Atiku ngluberake tembung kang ngresepake, aku arep ngunjukake kekidunganku marang Sang Prabu; ilatku iku dadi pene juru-tulis kang wasis.” (Jabur 45:2) Adicara neningkahanipun keluarga Kerajaan Inggris punika regeng sanget. Kramanipun Pangeran Charles lan Diana Spencer dipun sekseni dening 750 juta tiyang ing 74 negari ing saindhenging donya kala tahun 1981. Selajengipun neningkahanipun Pangeran William lan Kate Middleton ingkang dipun tonton 2 milyar tiyang ing saindhenging jagad ing tahun 2011. Ingkang ningali siaran punika ugi ndherek ing kabingahanipun. Jaman rumiyin, ratu inggih punika ingkang jinebadan dening Allah. jebadan punika pratandha tuwin nedahaken bilih Gusti Allah milih, ngersakaken, lan nuntun ing peprentahanipun. Ratu Inggris ingkang sumbangsihipun dhateng nagari dereng signifikan saged damel rakyatipun bingah nalika ningkah, punapa malih ratu ingkang jinebadan lan dipun tresnani dening rakyatipun awit kawicaksanan-kawicaksananipun. Mboten gumun manawi umat Israel nalika samanten estu larut dhateng kabingahaning ratunipun ingkang ningkah, dinten adi punika mboten namung kagunganipun ratu nanging ugi kabingahanipun sedaya bangsa. Sang Kristus punika pangen kita, ingkang nuntun lan nganthi gesang kita. Panjenengane mitra ingkang sae, pribadi ingakang tansah wonten ing gesang kita, sae ing kawontenan bingah punapa dene wontening palimenganing pati. Panjenengane Guru kita, ingkang kebak kawicaksanan ing piwulangipun. Panjenengane ugi juru wilujeng kita ingkang awit pangurbananipun punika kita angsal jaminan gesang langgeng. Punapa Panjenengane sampun dados Ratuning gesang kita? inggih dhateng Panjenengane kita tumungkul, urmat sarta manut dhateng sedaya pranatanipun. Kaelokan lan semarakipun sang Nata punika namung saged kita raosaken menawi kita ngrumaosi bilih sang Kristus punika ratunging gesang kita, ingkang mengku kanthi katresnan, paring panglipur rikala sisah saha nyekapi gesang kita . Amin.| *SAR
Kemis, 29 Agustus 2024 Minggu Limrah XVI
Mustikaning Kidung 1:1-17; Jabur 45:2-3, 7-10; Yakobus 1:1-8 SETYA “Dhuh gantilaning nalaningwang, kawula mugi Paduka wartosi, wonten pundi anggen Paduka angen menda, wonten ing pundi anggen Paduka mlegungaken pepanthan Paduka ing wanci dalu? Awit punapaa dene kawula ngantos kados tiyang nglembara celak pepanthanipun menda mitra-mitra Paduka?” (Mustikaning Kidung 1:7) Kitab Mustikaning Kidung punika angel dipun mangertosi. Awit tembung-tembungipun kaanggep erotis ugi kaserat mawi syair geguritan. Perlu kawicaksanan tuntunan Sang Roh Suci murih kita saged mangertos kitab punika. Tokoh utama ing Kitab Mustikaning Kidung punika Pangeran Suleman, kenya Sulam (MK 6:13) lan pangon ingkang minangka kekasihipun kenya Sulam (MK 1:7). Wosing Mustikaning Kidung punika nyariosaken bab Pangeran Suleman ingkang kepincut dhateng kaelokan kenya Sulam lan mbudidaya kangge ngrengkuh manahipun, ananging kenya Sulam langkung milih setya dhateng sang pangon kekasihipun (Mustikaning Kidung 6:3). Kenya Sulam ingkang kacariyosaken ing bab 1 punika nggadhahi watak sae sanget. Piyambakipun mboten sulap dhateng raja brana ingkang dipun tawakaken, nanging milih gesang prasaja sareng kekasihipun ingkang namung dados pangon (ayat 7). Watak kados kenya Sulam punika sampun angel kita panggihi. Kanyata, bilih bandha, kasugihan lan popularitas punika gampil sanget ngewahi gesanganipun tiyang. Bandha saged ndamel tiyang nyingkur kasetyan. Gusti Yesus nate dipun godha dening Iblis ingkang nawekaken sedaya kasugihan donya punika. Ananging Gusti Yesus langkung milih setya dhateng Sang Rama (Luk. 4:5-6). Kathah tiyang Kristen mboten tahan nalika dipun berkahi. Pamblithuking kasugihan njiret manungsa lan njalari nyingkur saking Gusti. Wonten tiyang Kristen ingkang rila nilaraken Gusti, ngedol imanipun, lan ndadosaken Mamon minangka allahipun. Saking waosan menika, kita kaajak supados sinau bab kasetyan. Miliha setya sinaosa gesang prasaja. Kenya Sulam sampun maringi tuladha kasetyan. Tiyang ingkang setya gesangipun mesthi tentrem. “Jalaran wong kang atine mangro, ora bakal tentrem uripe” Yakobus 1:8.| *SAR
Rebo, 28 Agustus 2024 Minggu Limrah XVI
I Para Raja 6:15-38, Jabur 11, Yokanan 15:16-25 “Dudu kowe kang padha milih Aku, nanging Aku kang milih kowe. Sarta Aku wus netepake, supaya kowe metokake woh lan wohmu iku lestaria, dimen kowe padha kajurungana apa kang koksuwun marang Sang Rama atas saka jenengKu.” (Yokanan 15:16) Taneman woh-wohan punika saged kawastanan tuwuh sae menawi ngasilaken woh. Mboten perduli wit punika ageng lan godhongipun punika rimbun, menawi mboten ngasilaken woh dereng saged kasebat kasil anggenipun nanem. Ingkang saged njalari wit punika mboten uwoh saged kemawon amargi sitinipun mboten subur, kirang rabuk, kirang toya, utawi awit kenging hama. Kadospundi kaliyan pagesangan kita? Punapa sampun ngasilaken wohing gesang? Supados kita saged ngetokaken wohing gesang pramila kita kedah mangertos rumiyin punapa ancasing gesang kita. Punapa kita gesang supados dados berkah, bermanfaat tumrap tiyang sanes, punapa gesang kita bermakna menawi kita saged mitulungi tiyang sanes, punapa gesang kita bingah menawi kita saged nindakaken tugas lan tanggel jawab kita, lan ancasing gesang sanesipun. Menawi kita mboten mangertos tujuaning gesang kita, gesang namung sakkalire, tamtu mboten badhe “maksimal” anggen kita gesang. Mboten maksimal anggen kita mangertosi tantangan lan rintanganipun kita angel ngetokaken wohing gesang. Punapa awit kirang rabuk, kirang sesambetan kaliyan Gusti lan sesami, punapa amargi wonten serangan ama panggodha utawi dosa kados ama nyerang wit-witan, punapa kita kirang siraman katresnanipun Gusti awit kita asring nebihi, lan sanesipun. Metokaken woh sampun dados perangan gesang ingkang sakmesthinipun tumraping tiyang pitados. “Aku wus netepake supaya kowe … metokake woh. “ (Yok 15:16). Woh ingkang dipun kersakaken dening Gusti inggih punika wohing Roh Suci kang kababar ing gesang kita: Katresnan, kabungahan, tentrem-rahayu, sabar-sareh, para marta, kabecikan, setya, alusing bebuden, bisa ngemudheni dhiri (Gal 5:22-23). Woh punika lestari kanthi ngasilaken tiyang-tiyang ingkang sami ngraosaken lan ngalami kasaenanipun Gusti lumantar gesang kita. | *SAR
Slasa, 27 Agustus 2024 Minggu Limrah XVI
I Para Raja 6:1-14, Jabur 11, Efesus 6:21-24 INGKANG LANGKUNG WIGATI “Bab padaleman kang lagi sira degake iku, manawa lakunira manut ing sakehing pranataningSun, lan tetep nindakake sakehing dhawuhingSun sarta ora nyimpang saka iku, Ingsun bakal netepi janjiningSun marang sira kang wus Sunpangandikakake marang Dawud, ramanira” (I Para Raja 6:12) Waosan punika nyariosaken bab Prabu Suleman yasa Padaleman Suci. Ugi nyariosaken kanthi rinci bab ukuran, bahan ingkang dipun ginakaken, ruang-ruang ingkang dipun bangun, lan detail sanesipun. Kados-kados badhe nedahaken bilih Padaleman Suci punika iba agungipun. Kinten-kinten pinten biaya ingkang dipun ginakaken pambanguning padaleman suci menika kaetang kanthi kurs mata uang samangke? Tamtu mbetahaken dana trilyunan rupiah! Ananging menawi kita gatosaken ayat 11-13, sejatosipun kita badhe mangertos punapa ta sejatosipun ingkang Gusti karsakaken. Yasan padaleman suci ingkang agung punika sae ing paningalipun Gusti. Bab punika, Gusti mboten “complain”. Ananging punika sanes ingkang paling wigati lan utami. Pangandikanipun Gusti dhateng Suleman bilih sanes bangunan padaleman suci ingkang agung punika ingkang njalari Panjenengane dedalem ing satengah-tengahing umat, ananging nalika umatipun Gusti punika gesang ing salebeting pranatanipun Gusti (ay 11-13). Pangandikanipun Gusti punika leres, bilih pungkasanipun Gusti milih kagem nilaraken umat Israel nalika umat punika gesang ing salebeting dosa lan nyingkur dhateng ilah asing. Saking waosan kita punika, ing jaman samangke kita saged nyinau bilih kita kedah nggadhahi pangertosan ingkang leres bilih gedung greja ingkang agung, endah lan mewah saned ingkang paling utami. Gusti langkung remen dhateng tiyang pitados ing greja punika, tinimbang dhateng gedhungipun. Gusti kasengsem dhateng gesang kita ingkang tuhu setya lan mbangun turut ing karsanipun Gusti. Gesang kita punika minangka pisungsung ingkang paling sae (rum 12:1). Menawi kita mbangun gedhung greja ingkang agung, endah, fasilitas lengkap, punika minangka ekspresi katresnan kita dhateng gusti. Mugi kita dados padalemanipun Gusti ingkang endah.|*SAR
Sidang Istimewa III klasis-klasis GKJ se DIY,
Sidang Istimewa III klasis-klasis GKJ se DIY, tentang YPK Marturia Yogyakarta Yogyakarta, 24 Agustus 2024 – Dalam upaya memperkuat pengelolaan dan pengembangan Yayasan Pendidikan Kristen ( YPK) Marturia Yogyakarta, para perwakilan dari klasis-klasis GKJ Se-DIY, visitator Sinode sebagai representasi Pemilik YPK Marturia Yogyakarta, serta seluruh komponen YPK Marturia berkumpul dalam Sidang Istimewa III yang diadakan di GKJ Ngento-ento Klasis Yogyakarta Barat. Ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Pracayaningtyas menjadi awal yang baik sebelum peserta masuk dalam sidang guna membahas berbagai agenda penting, termasuk masa depan Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia dengan dua program studinya ( teologi dan Pendidikan agama Kristen) yang telah banyak mencetak banyak lulusan . Hadirnya visitator sinode GKJ yaitu Pdt. Anugerah Kristian (sekretaris Bapelsin XXIX) dan Pdt. Nelwan ( bidang Kespel sinode) dalam sidang ini memberikan dukungan dan masukan yang berharga dalam persidangan. Terkhusus melalui sambutannya, Pdt Anugrah Kristian menyampaikan bahwa sesuai harapan dalam persidangan Istimewa sebelumnya yang dilaksanakan di klasis Yogyakarta Utara tentang keterlibatan Sinode GKJ untuk menjadi pemilik YPTK Marturia telah diputuskan dalam persidangan sinode ke XXIX. Atas dasar keputusan tersebut kini Badan Pelaksana Sinode GKJ tidak hanya menjadi pendukung tetapi Bersama dengan 5 klasis di DIY menjadi pemilik YPK Marturia, yang tentunya akan memberikan kontribus yang baik untuk YPK Marturia. Sidang berjalan sangat baik dengan dinamika yang menarik, dibawah pimpinan sidang yang dipercayakan kepada perwakilan klasis Yogyakarta Barat, yaitu Pdt. Eko Iswanto dan Pdt. Elizabet Emilia Putri. Berbagai keputusan strategis terkait pengembangan SDM, pengembangan tata kelola pengembangan kebijakan Tridharma, dll dihasilkan dari sidang ini.[nell]





