KURIKULUM REMAJA 2023AKU TUMBUH BERSAMA YESUS Klik Disini Untuk Mengunduh Bahan KATA PENGANTAR Tahun 2022 sudah kita lewati, tiba saatnya memasuki tahun pelayanan yang baru, yaitutahun 2023. Tema pelayanan Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa tahun ini adalah “HariDepan Yang Penuh Harapan” (bdk. Yeremia 29:11). Tema ini mengajak kita untuk bersikapoptimis. Sikap optimis tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa Tuhan akan terusmembimbing dan memberkati kita. Kita diajak untuk terus berpengharapan bahwa Tuhantelah merancangkan damai sejahtera dan bukan kecelakaan.Iman dan semangat memasuki tahun 2023 ini perlu dikobarkan bukan hanya di kalanganorang tua melainkan juga di kalangan anak muda gereja. Bagaimana pun juga anak mudaadalah bagian dari masa kini sekaligus pewaris masa depan. Karena itu, gereja perlu terusmendampingi anak-anak muda dalam langkah dan geraknya agar seturut dengan kehendakTuhan.Seiring dengan langkah kita memasuki tahun 2023, Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG kembalimenghaturkan buku Kurikulum Remaja. Buku ini ditulis oleh para pendeta GKJ denganberbagai latar belakang dan konteks pelayanan. Besar harapan kami, buku KurikulumRemaja 2023 dapat memberikan manfaat bagi gereja-gereja dalam melakukanpendampingan terhadap anak-anak muda. Sangat disadari, buku ini jauh dari sempurna.Karena itu, gereja-gereja perlu mengolahnya kembali dan menyesuaikan dengan kondisi dankebutuhan setempat.Akhir kata, selamat memasuki tahun pelayanan yang baru dengan semangat baru. TuhanYesus memberkati kita. Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Pdt. Erni Ratna Yunita Pdt. Neny Suprihartati Pdt. Imanuel Adi Saputro Penulis KR 2022
KHOTBAH JANGKEP FEBRUARI 2023
KHOTBAH JANGKEP 2023 – I Panduan Merayakan Liturgi Gereja Tema tahun 2023: HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN Khotbah Jangkep Februari 2023 Hidup Di Atas Rata-Rata Kata Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan karena Bahan Kotbah Jangkep tahun 2023, telah terbit. Tema HIDUP BERSAMA DALAM KELUARGA ALLAH dijabarkan dalam tema tahunan yang berbeda, dan tahun 2023 bertemakan: HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN (Bdk. Yeremia 29:11). Kotbah Jangkep ini dibuat dengan mengacu kepada tema besar dan subtema diatas, serta melanjutkan tema pelayanan yang tertuang dalam renov GKJ, dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi semua jemaat dalam melanjutkan hidup dan panggilan Tuhan ditengah prubahan jaman yang tidak menentu. Pengharapan kepada semua umat harus terus ditumbuhkan agar kita semakin dimampukan untuk mendasarkan hidup kita kepada Tuhan. Karena seperti yang dikatakan dalam surat ibrani 6:19 pengharapan adalah “sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir…” Tulisan kotbah Jangkep 2023 ini telah melibatkan para pendeta yang bersedia meluangkan waktu untuk menungakan ide dan tulisan. Sekalipun tidak mudah menemukan penulis yang konsisten dan setia bekerjasama, namun demikian PWG tetap berupaya agar melalui Kotbah Jangkep ini potensi para pendeta dapat berkembang dan jemaat terbangun. Oleh karena itu bagi teman-teman pendeta yang telah bersedia menulis dan menyelesaikan kotbah jangkep tahun 2023 dengan penuh tanggung jawab, kami mengucapkan terima kasih. Demikian pula kami berterima kasih kepada tim editor yang telah bekerja merapikan tulisan ini. Selamat menggunakan Kotbah Jangkep 2023, semoga menjadi berkat bagi semua. Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Klik Disini Untuk Mengunduh Bahan Diterbitkan Oleh: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia (Anggota IKAPI) Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222 Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445 E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.com Website: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan: Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa Jl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711 Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJ Telp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663 Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab : Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Pdt. Erni Ratna Yunita Pdt. Neny Suprihartati Pdt. Imanuel Adi Saputro Penulis : Pdt. Marya Sri Hartati Pdt. Heri Windarta Pdt. Johan Budiman Pdt. Sukrisno Purwanto Pdt. Rian Pandu Editor : Pdt. Sukrisno Purwanto Pdt Tanto Kristiono Pdt. Immanuel Adi Saputro Tata letak dan Sampul : Kantor Sinode GKJ
Bahan Kurikulum Anak Februari 2023
Kurikulum Anak Aku Ikut Yesus DAFTAR TEMA PERAYAAN IMANMinggu, 5 Februari 2023 AYO, BERLOMBA MENJADI ANAK BAIK!MATIUS 5:13-20 Minggu, 12 Februari 2023 TEMAN YANG SALING MELENGKAPI1 KORINTUS 3:1-9 Minggu, 19 Februari 2023 BUKAN MAUKU, TAPI MAUMUMATIUS 17:1-9 Minggu, 26 Februari 2023 BERANI MENOLAK “SAY NO!”KEJADIAN 2:15-17; 3:1-7 Klik Disini Untuk Mengunduh Bahan Diterbitkan Oleh:Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia(Anggota IKAPI)Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo No. 38A Yogyakarta 55222Telp./Fax.: (0274) 512449; HP/WA: 087838211445E-mail: penerbit@tamanpustakakristen.comWebsite: www.tamanpustakakristen.com Bekerjasama dengan:Sinode Gereja-gereja Kristen JawaJl. Dr. Sumardi No. 8 & 10 Salatiga 50711Rek: BritAmaBisnis 0081-000589-56-1 a/n Sinode GKJTelp: 0298.326684 Email: sinode@gkj.or.id WA Center: +62 856 4066 6663Website: www.sinodegkj.or.id Penanggung Jawab: Bapelsin XXVIII GKJ Bidang PWG Penulis: Editor : Ilustrator: Tata letak Kantor Sinode GKJ
Pesan Natal KWI-PGI 2022
Sinode GKJ – Koferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) telah menetapkan Pesan Natal 2022 yaitu “……pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Mat. 2:12). Dalam pesan tersebut antara lain dijelaskan, keanekaragaman merupakan anugerah Allah yang harus disyukuri, dirawat, dan dikembangkan. Kebhinekaan yang kita sadari sebagai anugerah Tuhan itu seharusnya mendorong kita untuk saling bergandengan tangan dalam mewujudkan tata kehidupan bersama yang lebih bermartabat. Dengan berjalan bersama kita dimampukan untuk “pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”: membangun kembali kehidupan dari keterpurukan dalam berbagai bidang akibat pandemi COVID19; membangun peradaban kasih di tengah menguatnya tindak kekerasan; merajut kerukunan di tengah merebaknya intoleransi; mempopulerkan budaya jujur di tengah mengguritanya tindak kejahatan korupsi; menggemakan pertobatan ekologis di tengah maraknya kerusakan lingkungan hidup, dan mengembangkan hidup berpolitik yang beretika menjelang pesta demokrasi tahun 2024. Berjalan bersama dapat menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Oleh karenanya semangat itu perlu ditopang dengan sikap saling memahami, menerima, mendengarkan, dan menghargai kawan seperjalanan yaitu seluruh warga bangsa kita. Kita hilangkan berbagai pikiran negatif dan prasangka buruk. Kita kembangkan budaya hidup damai dan bersaudara. Untuk melihat secara lengkap Pesan Natal KWI-PGI 2022 dalam bentuk pdf, silahkan klik di bawah ini. PESAN NATAL KWI-PGI 2022
Dies Natalis 66 UKSW, Rektor Perempuan Pertama Dilantik
Menjadi puncak peringatan Dies Natalis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), diselenggarakan Rapat Senat Terbuka UKSW dalam rangka Dies Natalis ke-66 dan Penyerahan Jabatan Rektor periode 2017-2022 dan Pelantikan Rektor periode 2022-2027, Rabu (30/11/2022) di Balairung Universitas. Dalam sambutannya, Rektor UKSW Periode 2017-2022 Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa menjadi rektor adalah mandat yang dititipkan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Mandat Tuhan “Hari ini kami datang untuk mempertanggungjawabkan apa yang kami kerjakan kepada seluruh sivitas akademika, dan terlebih kepada Tuhan yang memberikan mandat,” katanya. Disampaikannya, selama kepemimpinannya, Neil Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., dan para pembantu rektor telah berusaha untuk mengembalikan UKSW seperti awal pembentukannya, “Back to Basic”. “Tuhan sudah menolong kami dalam mengusahakan yang terbaik bagi universitas walaupun belum semua mencapai target,” tegasnya. Prosesi penyerahan jabatan Rektor Periode 2017-2022 diawali dengan pelepasan kalung jabatan dekan oleh Rektor UKSW Periode 2017-2022 Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D. Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan bendera universitas dan laporan akhir jabatan kepada Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., yang dilanjutkan dengan pelepasan kalung jabatan Rektor dan Pembantu Rektor UKSW periode 2017-2022. Pelantikan Rektor 2022-2027 Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., dilantik oleh Ketua Pengurus YPTKSW sebagai Rektor UKSW Periode 2022-2027 berdasar Keputusan Pengurus YPTKSW No 028/D/YSW-2/XI/2022 tentang pengangkatan Saudari Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., sebagai Rektor UKSW periode 2022-2027. Pelantikan ditandai dengan penyematan kalung jabatan dan penyerahan bendera universitas oleh Ketua Pengurus YPTKSW Hari Sunarto, S.E., MBA., Ph.D. Dilantik dalam kesempatan ini adalah Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengajaran dan Kemahasiswaan Prof. Ferdy Samuel Rondonuwu, S.Pd., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur dan Perencanaan Priyo Hari Adi, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kewirausahaan Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom., dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Yafet Yosafat Wilben Rissy, S,H., M.Si., Ph.D. Entrepreneurship Research University Dalam sambutannya, Rektor perempuan pertama UKSW ini mengatakan akan meneruskan tapak prestasi UKSW dari kepemimpinan era 2017-2022 yang sebelumnya telah membawa UKSW sebagai research university dan mampu mempertahankan peringkat akreditasi institusi A dan saat ini bersiap menuju Unggul. Siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan Standar (PPEPP) sudah dilaksanakan dengan lengkap di penjaminan mutu. “Saya yakin dengan kekuatan yang kita miliki dalam hal sumber daya talenta, sarana prasarana, infrastruktur pembelajaran, sistem informasi yang cerdas ditambah dukungan alumni yang sangat kuat, jejaring kampus dengan mitra-mitra nasional dan internasional menjadi aset untuk meraih kinerja UKSW unggul,” katanya. Ditegaskannya, ke depan Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., bersama wakil rektor mengusung visi kepemimpinan UKSW sebagai Entrepreneurship Research University yaitu menjadi universitas Kristen yang progresif di kawasan Asia dalam menghasilkan Tri Dharma yang berdaya dampak untuk transformasi pembangunan. Selanjutnya, untuk mencapai visi kepemimpinan tersebut UKSW harus menjadi universitas Kristen yang progresif dalam melakukan percepatan untuk meraih rekognisi pada level nasional dan global. “Pada lima tahun yang akan datang tajuk Renstra UKSW adalah Progress for becoming Outstanding (PROUD). Progress berarti melakukan tindakan percepatan yang terstruktur, sistematis dan terukur dengan mengutamakan mutu. Unggul (outstanding) bermakna target yang diraih adalah untuk unggul di bidang integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, unggul dalam kemajuan pengetahuan, teknologi dan informasi serta unggul sebagai barometer perubahan kebijakan di level nasional dan internasional,” lanjutnya. Terkait kondisi resesi ekonomi dunia, tahun politik Indonesia, hingga isu toleransi, dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., UKSW akan turut menjaga dunia diawali dengan menjaga universitas dengan cinta kasih, toleransi dan kerja sama. Hal ini selaras dengan salah satu peran yang akan diambil UKSW dalam menghadapi era disruptif yakni dengan menjadi agen perubahan yang kritis, kreatif dan inovatif. Melalui hal ini diharapkan UKSW mampu berkontribusi untuk menyelesaikan masalah yang diangkat dalam Presidensi G20 yakni siap berperan untuk riset dan kajian ilmiah di bidang sistem kesehatan, transformasi ekonomi dan digital serta transisi energi. “UKSW telah memulainya dengan kajian riset seperti misalnya stunting, data sains, Sustainable Development Goals (SDGs-red) dan bidang strategis lainnya. Hal ini akan ditingkatkan dengan melakukan kolaborasi interdisiplin, multidisiplin dan transdisiplin,” tegasnya. Peran UKSW Berada pada era disruptif, dalam kesempatan sambutan pertamanya sebagai Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., juga menyampaikan peran kampus ini dalam menghadapinya. Salah satu yang disampaikannya, UKSW adalah kampus Indonesia Mini yang terus dan tetap akan menjaga toleransi kebhinekaan dan menjadi rupa Indonesia, cermin keberagaman dan dalam kesatuan. Hal ini senada dengan sambutan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., yang diwakilkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan I Sunarto, S.Pd., M.Pd. Disampaikannya, UKSW harus mampu mengambil peran penting untuk terus menanamkan semangat cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh unsur civitas akademika. Perguruan tinggi sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman harus bisa menghasilkan generasi yang berkualitas dan cinta tanah air. Lebih lanjut dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah mengharapkan UKSW sebagai kampus yang berlandaskan nilai agama Kristen mampu mengejawantahkan firman dalam Alkitab dalam kegiatan kampus. Disisi lain, disampaikan H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., tantangan ke depan harus direspon cepat oleh semua pemangku kepentingan termasuk perguruan tinggi, mengingat kemajuan negara tergantung pada pendidikan, kualitas institusi dan kesediaan infrastruktur. Di tangan perguruan tinggilah sumber daya manusia, riset dan inovasi dikelola agar mampu meningkatkan daya saing Indonesia. Ditekankannya, perguruan tinggi harus berbenah dan menyesuaikan diri dengan memperhatikan beberapa elemen seperti sistem pembelajaran yang inovatif, rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif, peremajaan sarana dan prasarana dan juga mendorong mahasiswa dalam hal riset. Dalam kesempatan ini, melalui sambutannya, Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan selamat kepada Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., sebagai perempuan pertama yang dipercaya menjabat sebagai Rektor UKSW. Dengan pengalaman Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., selama meniti karir sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, Guru Besar Bidang Akuntansi, dan juga Staf Khusus Gubernur Nusa Tenggara Timur maupun kiprahnya di Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan mampu menahkodai UKSW melaju menjadi kampus yang unggul. Selain dihadiri Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), acara ini juga dihadiri Forkopimda Kota Salatiga, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sunarto, S.Pd., M.Pd., Staf Khusus Gubernur Nusa Tenggara Timur, Djarum Foundation, Rektor Universitas Kristen Indonesia Papua (UKIP) dr. Sophian Andi, M.Pd.k., serta sejumlah tamu
Kurikulum Remaja 2022
Arsip Kurikulum Remaja Tahun 2022
Kurikulum Anak 2022
Kurikulum Anak Aku Ikut Yesus Januari – Desember 2022“Keluarga Allah: Dipulihkan Untuk Memulihkan” —
72 Tahun PGI: Sehati Sepikir untuk Kepentingan Bersama
Kehadiran Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (DGI), yang sejak 1984 berubah nama menjadi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), tujuhpuluhdua tahun lalu adalah wujud komitmen bersama gereja-gereja di Indonesia untuk meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan gereja-gereja. Sebagai realitas sosial, gereja menyejarah dengan tradisi, ajaran, bahasa, suku dan adat istiadat yang ikut mempengaruhi keberadaannya. Itu semua memunculkan keragaman gereja, yang tentu memperkaya kehadiran gereja di muka bumi ini. Sayangnya, dalam perjalanan sejarahnya, keragaman itu kurang dirayakan dan disyukuri sebagai berkat yang memperkaya malah cenderung menciptakan keterpisahan satu sama lain. Masing-masing gereja membangun tembok yang bukan saja memisahkan dirinya dengan gereja lain, malah juga memisahkan dirinya dengan realitas sosial yang mengitarinya. Pertanyaan mendasar setelah 72 tahun berdiri, apakah tembok-tembok itu telah sirna ataukah ada arus balik yang makin memperkokoh tembok tersebut? Apakah gereja semakin menyatu dengan realitas yang mengitarinya atau makin asyik dengan kenikmatan ritus-ritus ibadah dan hidup bagaikan getho? Panggilan gereja yang tak pernah berubah adalah untuk “pergi” dan “menghasilkan buah”, yakni: keluar dari tembok-temboknya untuk bersama-sama melayani dunia ini. Ketika Kristus memanggil umatNya, tidaklah dimaksudkan untuk diam di sekitar tembok gereja dan asyik sendiri menikmati kekusyukan doa atau kesyahduan kidung-kidung pujian semata. Kristus memanggil justru untuk pergi keluar dari tembok-tembok gereja; mengutus ke dunia ini menghadapi ragam persoalan kehidupan umat manusia. “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yeremia 29:7), merupakan amanat Tuhan kepada bangsa Israel di pembuangan; dimana mata, hati dan pikiran mereka selalu tertuju ke Jerusalem. Seruan Yeremia ini adalah ajakan untuk tidak pasif dalam menghadapi realitas dimana mereka berada, sebaliknya harus aktif mensejahterakan masyarakatnya. Ajakan yang sama juga berlaku kepada gereja-gereja di Indonesia, untuk aktif mengusahakan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya kesejahteraan sendiri. Dalam kerangka itulah perayaan Bulan Oikoumene tahun ini hendak mengingatkan kita akan tekad gereja-gereja mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia sebagaimana dinyatakan pada pembentukan DGI, 25 Mei 1950. Mengingatkan kita untuk senantiasa berusaha membuka diri satu terhadap yang lainnya dan terus berjalan bersama dalam arak-arakan oikoumene. Gereja-gereja berusaha menampilkan kesatuan yang utuh, sehingga kesaksian dan pelayanannya dapat diwujudkan lebih nyata di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Pesan Bulan Oikoumene 2022 dalam rangka mensyukuri 72 tahun arak-arakan perjalanan bersama gereja-gereja di Indonesia mengajak semua gereja untuk sedia keluar dari getho dan “Sehati Sepikir untuk Kepentingan Bersama” Itulah komitmen bersama meresponi Doa Yesus di taman Getsemani adalah: “Supaya mereka semua menjadi satu….agar dunia percaya” (Yohanes 17:21). Dan hendaknya frase Ut Omnes Unum Sint (supaya mereka semua menjadi satu) ini tidak kita lepaskan dari tujuannya: agar dunia percaya. Gerakan oikoumene akan kehilangan gregetnya apabila kesatuan itu hanya untuk dirinya sendiri. Dia hanya akan bermakna bila diarahkan bagi dunia ini. Sehingga dimana gereja hadir, di sana hadir daya penebusan Kristus: sehingga yang lama diperbaharui, yang buruk menjadi baik, yang tidak adil menjadi adil, dst. Oleh karenanya masalah sosial, ekonomi dan politik harus masuk dalam agenda pastoral gereja. Gerakan Oikoumene harus mendesak hati nurani manusia. Itu berarti keterlibatan sosial gereja merupakan bagian integral dari pewartaan gereja, bukan komplementer sifatnya. Sehingga kita harus berani katakan, tidak ada evangelisasi tanpa keterlibatan sosial, dan tidak ada pewartaan iman tanpa perjuangan keadilan. Di situlah makna terdalam dari kata Oikoumene: mengupayakan satu rumah yang nyaman untuk ditinggali bersama, yakni dunia ini. Penulis, Ketua Umum PGI (Sumber : pgi.or.id)








