+ (0298) 326684

sinode@gkj.or.id

Follow Us:

Pertermuan Vikaris Usia Pelayanan 0-5 Tahun

Di bangunan Joglo – belakang Kantor Sinode GKJ (Gereja-gereja Kristen Jawa), para vikaris dan pendeta usia pelayanan 0-5 tahun berkumpul. Bukan hanya “ha ha he he”, walau tetap ada unsur “lepas kangen” seraya healing tipis-tipis. Dibuka Pak Aan (Bpk. Pdt. Anugrah Kristian) selaku Sekretaris Badan Pelaksana Sinode XXIX GKJ, 11-12 Maret 2026, 90 orang peserta menikmati 2 hari 1 malam perhelatan yang diselenggarakan BPK (Bidang Pengembangan Kepemimpinan) Sinode GKJ, yakni, Konven Pendeta Usia Pelayanan 0-5 tahun.

Sejak 11 Maret -hari pertama-, kebahagiaan bersama direngkuh dengan Self Leadership – meninjau ulang panggilan Tuhan di tiap karakter pribadi berbeda, dari locus berbeda, bertemu, awalnya ber lima-lima (seperti angka durasi pelayanan maks 5 tahun) berlanjut pleno mendalami ber-manajemen perubahan: lewat tawa 2 Sesi kreatif bersama Bpk. Kuriake Kharismawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dengan Manja & Bita, juga serius, kritis peserta buka hati, semakin percaya diri, untuk saling silang mmeperkaya wawasan pelayanan kependetaan.

Usai pengayaan -ngobrol sharing yang tampaknya receh namun sarat makna- konven berlanjut sesi ke-3, lebih deep, bersama Ibu Prof. Dr. Christin Wibhowo, S.Psi., M.S., Psikolog. Semua peserta bertambah ilmu & seni menjaga api pernikahan, diperkaya ilmu parenting khusus keluarga pendeta (juga vikaris). Tetap bersyukur bergembira, baik di status jomblo hingga sudah berkeluarga.

Berakhir di hari kedua, 12 Maret. Kami berpakaian hitam. Turut dalam keprihatinan, damai sekaligus semangat “Thursdays in Black”, kampanye yang diinisiasi oleh World Council of Churches (WCC) / Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) untuk menyerukan: Towards a world without rape and violence. Kami berfoto-video bareng, hasilnya diunggah ke media sosial Sinode GKJ sebagai bentuk membangun relasi partisipasi bersama WCC dan PGI.

Karenanya tepat bingitts kalimat, “membangun relasi” menjadi kunci penyajian Sesi 4-5 oleh Bpk. Pdt. Dr. Didik Christian “Om Didik” Adi Cahyono mengajak segenap peserta bolak balik ke lapangan depan bangunan Joglo, untuk semakin mantap mengelola konflik. Membangun relasi sehat dalam jemaat. Membangun relasi sehat dengan kolega (penatua, pendeta, diaken,
dll).

Mengagumkan peserta tetap bervitalitas bersemangat berbahagia hingga detik-detik akhir Konven, semuanya bermuara kepada komitmen massal untuk semakin berjuang bersama, mewujud nyatakan kesegaran baru. Pulang kembali membersamai umat, majelis dan sosial masyarakat. Menghadirkan makna pelayan dan Kasih karunia dengan gembira. Semakin bertanggung jawab sebagai pendeta jemaat, lebih asik berelasi dengan suku bahkan agama apapun. Kian berdampak positif di onsite maupun online, bagi kebaikan bersama, konsisten menjadi alat dalam proses penyelamatan Allah bagi dunia, hingga emeritus nanti.

BPK Sinode XXIX GKJ

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *