Konven Pendeta GKJ berlangsung di Komplek Kantor Sinode GKJ sebagai ruang bersama bagi para pendeta dengan masa pelayanan 6–10 tahun untuk berhenti sejenak, menata ulang diri, dan memperbarui arah panggilan.
Melalui sesi bersama Dr. Nevi Kurnia Arianti, peserta diajak mengenali dinamika psikologis dan spiritual setelah melewati dekade pertama pelayanan—termasuk menyadari potensi mid-career crisis serta menemukan kembali motivasi agar pelayanan tidak sekadar berjalan sebagai rutinitas.
Refleksi berlanjut dalam sesi bersama Dra. Endah Setyowati yang mengajak peserta melihat konflik jemaat dari sudut pandang baru: bukan sebagai ancaman, melainkan peluang untuk bertumbuh dan semakin dewasa dalam kepemimpinan.
Memasuki hari kedua, perhatian diarahkan pada panggilan yang lebih luas. Bersama Pdt. Simon Julianto, serta para Pdt. Anugrah Kristian (Sinode GKJ), Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani (PGI), dan Pdt. Novembri Choeldahono (LSM), peserta didorong untuk berani terlibat di ruang-ruang yang lebih besar—baik di klasis, sinode, maupun dalam isu sosial, lintas iman, dan kebangsaan—tanpa kehilangan kesetiaan pada pelayanan di jemaat.
Konven ini menjadi perjalanan reflektif yang mengalir: dari mengenal diri, mengelola dinamika pelayanan, hingga melangkah lebih luas dengan semangat yang diperbarui.








